Home / Sastra / Puisi: HOSTI

Puisi: HOSTI

Ilustrasi. (foto: analisadaily.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Oleh Fr. Noldy Bebo

 
Hujan pernah turun pada bulan januari
Membasahi tepat pada teras penari
Basah bukan penghalang mimpi
Walau harus disertai dengan budi

Seorang kafir akan selalu dihina
Pada sudut kota yang menyatakan dirinya, pantas
Layak serta mantap untuk menerima gelar santo
Ketika angin menyejukan menyembungikan tornado
cawan baru menyembunyikan kedekilan, bahkan
kebaikan akan tersebung pujian, dalam
pencariannya disiang hari

Apakah pantas Sabda itu menjadi daging, bila
Akhirnya semua orang tak mengenal sabda.
Apa pantas darah itu mereka jadikan anggur, demi
Pesta demi pujian bahwa merekalah
Santo atau santa yang dinyatakan langsung oleh sabda.

Nikmatilah hari malamku
Malam yang dihantui oleh duka, serta
Diri yang hampir terbakar pada henbusan angin malam.
Merundung sepi bahwa percumalah nafas ini pergi.
Meninggalkan paru-paru pada luasnya dunia
Meniggalkan rumah demi dunia yang akan aku tinggali.

Bila semuanya ini masih terjadi, apa
Pasntas aku katakan inilah “RUMAH”
Yang akan menjadikan seorang gembala
Layak membuat pesta tapi tak mengenal pesta
Pastas bergembira tapi tak mengenal gembira
Harus berubah tapi selalu bertanya
APA ITU PERUBAHAN?

Baca Juga :  Puisi: Mencari Nostalgia

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button