Home / Sastra / Puisi: Kepercayaan meyibak bahagia

Puisi: Kepercayaan meyibak bahagia

Ilustrasi. (foto: merdeka.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Oleh: V.J.Boekan

 

 

Petang masih di pukul 17.30 WITA
Terik sangat menyengat
Tetes-tetes keringat bercucuran
Terjun bebas basahi jemari kaki

Agustus baru berlalu tiga hari yang lalu
September merangkak pelan
Daun-daun nyiur semakin tua
Menyibak-nyibak ke angkasa

Seekor burung tak bernama bertengger manis di atas dua buah nyiur tua
Jemari mencengkeram erat-erat
Jatuh dinanti kucing-kucing tua kelaparan

Bulan mencoba terangi petang yang mulai gelap
Malam baru berlenggok tiga puluh dua menit
Dunia tampak resah
Kemarau panjang menyibak, menggeliat

Seorang pria paruh baya melangkah pelan di bibir pantai
Matanya awas
Di depan sana ada gelombang berguling-guling panjang
Tak jelas apa yang dicari

Kehidupan tak bisa dipastikan
Kemarin dan hari ini bisa berbeda
Kepastian melekat dalam yakin
Saatnya tiba, kebahagiaan memihak kita.

Kerendahan hati
Kesediaan
Kepercayaan meyibak bahagia
Seperti ujarku selama itu.

Pencarian Terkait:

  • puisi kepercayaan (bahagia )
Baca Juga :  Puisi: Tuhan, bisakah dari 30 ke 100 tahun?

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button