Home / Sastra / Puisi: Satu dalam keberduaan

Puisi: Satu dalam keberduaan

Ilustrasi aku dan dia dalam kebersatuan. (foto: linbuk di pantai kolbano, tiga bulan yang silam)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Oleh V.J. Boekan *)

 

 

Angin sepoi-sepoi basah terkenal ampuh jatuhkan kera dari pohon

Tak sanggup jatuhkan hati ini

Apalagi badai deras

Menyibak dalamnya wajahmu di hatiku

 

Sesungguhnya

Kau tak terlalu luar biasa

Diammu

Cuekmu

Sumringahmu

Bikin kau sangat beda

 

Di tapal batas Motamasin

Kau berdiri seorang diri

Menahan rambut ikalmu sepanjang pinggang yang diterpa-terpa angin semilir

Kulihat wajahmu putih merona

Ada kesal di hati

 

Apa daya tanganku tak sampai

Membantumu

Apalagi hanya sebatas menyapa ringan

Lalu tanyakan nama, tempat tinggal, zodiak, juga statusmu single, married, atau divorced?

 

Dunia ini terlalu banyak norma

Tak ada ceritanya berdua

Hanya boleh bersatu

Kendati kaki, tangan, telinga, dan mata itu berdua

 

Satu dalam satu

Tak boleh satu dalam keberduaan

Satu dalam keberduaan hanya sebatas kaki, tangan, telinga, mata

 

Cinta itu satu dalam keberduaan

Satu yang abadi

Satu yang kekal

Satu dalam hidup dan mati, untung dan malang

Sekalipun….

 

 

 

*) Penulis seorang Novelis, tinggal di Kota Kupang
Baca Juga :  Puisi: Teringat wajahmu

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button