Bupati Malaka Stef Bria Seran atas nama Gubernur NTT Frans Lebu Raya bertindak selaku Inspektur Upacara saat pemakaman Wakil Bupati Malaka Daniel Asa di rumah duka, Betun, Senin (18/9/2017) pukul 14.10 WITA. (foto: v.j. boekan)

MORAL-POLITIK.COM – Serangkaian acara pemakaman Wakil Bupati (Wabub) Malaka Daniel Asa telah usai di rumah duka, Betun, Kabupaten Malaka, Senin (18/9/2017) pukul 14.00 WITA.

Dunia Rai Malaka berduka semenjak kematian Wabub Asa tiga hari sebelumnya.

Sebelum masuk pada acara pemerintahan, diawali dengan Misa Requiem yang dipimpin langsung oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr didampingi 29 imam konsiberan di Keuskupan Atambua dan Keuskupan Agung Kupang.

Saat Uskup Atambua pimpin ‘misa requiem’ bagi Wabup Asa

Hadir pula dalam misa ini Walikota Kupang Jefritson Riwu Kore (Jeriko), Wakil Bupati Belu JT. Ose Luan, Wakil Bupati Timor Tengah Selatan Obed Naitboho, Ketua DPRD Malaka Adrianus Bria Seran, Wakil Ketua DPRD Malaka Devi H. Ndolu, Pejabat yang mewakili Bupati Sumba Barat Daya, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Anggota DPRD Provinsi NTT, dan sejumlah funsionaris/pengurus partai politik tingkat provinsi/kabupaten/kota.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTT Benny A. Litelnoni menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.

Wagub Benny ungkapkan rasa duka berpulangnya Wabub Daniel

Gubernur NTT Frans Lebu Raya sendiri telah melayat Wabub Asa pada Sabtu (16/9/2017), dan karena kesibukan lain yang tak bisa ditinggalkan, dirinya menugaskan Bupati Stef untuk mewakilinya sebagai pembina upacara pada acara pemakaman Wabub Asa.

Gubernur Frans mengatakan, sejak beberapa hari yang lalu dan hingga saat ini Malaka berkabung. Seluruh masyarakat Malaka didera perasaan kaget, tidak percaya akan kehilangan dan merasakan kesusahan yang sangat mendalam atas kepergian salah satu putra terbaik Malaka.

Inilah rencana Tuhan. Perintah Tuhan bagi kita semua sangat sederhana tapi sulit dan rumit untuk kita pahami.

Baca Juga :  Kabupaten Kupang Darurat Kekeringan, Bupati Lempar Tanggung Jawab Ke DPRD!

“Tak seorang pun tahu kebijakan Allah bagi setiap manusia. Rencana Ilahi selalu menyimpang dari rencana manusia. Peristiwa kematian Wabub Asa merupakan penyimpangan rencana kita dari rencana Allah,” sambungnya.

Menurut Gubernur Frans, dalam konteks pembangunan Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stef Bria Seran dan Wabub Daniel Asa, lebih dikenal dengan sebutan SBS-DA, rencana kita telah menyimpang dari rencana Allah. Allah telah menunjukan kuasanya dengan merombak semua rencana kita atas salah satu putra terbaik Malaka. Karena rencana manusia adalah sampai 17 Maret 2021, dan kita tidak memahami apa rencana Allah di balik kematian Wabub Asa.

“Allah telah memangkas tali relasi kita melalui kematian itu. Krena peristiwa kematian adalah pembatas antara yang hidup dan yang mati,” ujarnya.

Ditambahkan Gubernur Frans, siapapun akan mengalami peristiwa kematian. Kendati demikian peristiwa kematian adalah sebuah rahasia, tak ada seorangpun yang tahu kapan peristiwa itu terjadi. Karena itu marilah kita memaknai peristiwa kematian Wabub Asa sebagai bagian dari rencana Allah, lalu kita hubungankan dengan rencana kita ke depan untuk menyelenggarakan pemerintahan, melaksanakan pembangunan, dan mengefektifkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat Malaka.

Gubernur mengatakan bahwa sifat atau kharakter Wabub Asa yang paling menonjol antara lain Disiplin, Pekerja Keras, Bekerja sama, saling memaafkan, memahami persoalan, setia dalam tugas, rajin, tekun, mendengarkan, dan komunikatif.

Sikap dan kharakter adalah bagian dari keteladanan Wabup Asa (Alm) yang patut ditiru oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melakukan pelayanan publik di Kabupaten Malaka.

Gubernur Frans malah berkesimpulan, mungkin karena kharakter positif dari Alm Wabup Asa sehingga Allah mengamankannya untuk diteladani oleh ASN di Kabupaten Malaka.

 

Baca Juga :  Saat Menteri Luhut mendengar penjelasan soal Jembatan Pancasila Palmerah

Penulis: V. J. Boekan