Home / News NTT / Wawancara Ekslusif dengan Kadis Andreas soal ruas Jalan Provinsi…

Wawancara Ekslusif dengan Kadis Andreas soal ruas Jalan Provinsi…

Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Kadis PU-PR NTT Andreas W. Koreh, dan team di Jembatan San Fransisco belum lama ini. (foto: dok. dinas pu-pr ntt)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Bukan hanya warga Kota Kupang yang berharap pembangunan Jalan Provinsi dikerjakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Semua warga di 21 Kabupaten lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap yang sama. Terutama oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang.

Bagaimana sikap Gubernur NTT Frans Lebu Raya perihal persoalan ini? Melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Provinsi NTT Andreas W. Koreh, dirinya menjawab semua pertanyaan yang diajukan di hadapan puluhan staf dan sejumlah mitra kerjanya, di Kantor Dinas PU-PR NTT, Kantor Gubernur NTT Pertama, Jl. Basuki Rahmad, Kota Kupang, Jumat (1/9/2017) pukul 11.30 WITA.

Berikut ini petikan wawancara dan jawabannya.

Tema sentral paling menarik untuk melihat kurang perdulinya Gubernur NTT adalah pembangunan infrastruktur Jalan Provinsi di Kota Kupang yang menurut pendapat sejumlah oknum DPRD Kota Kupang masih jauh dari harapan, karena Kota Kupang mendapat alokasi pembangunan Jalan Provinsi yang sedikit menyebabkan masih banyak Jalan Provinsi yang rusak berat dan rusak ringan. Bagaimana Anda menjawab gugatan ini?

Saya cukup ikuti komentar-komentar itu semua di media online. Saya hanya menarik napas dan berujar bahwa panjang jalan Provinsi NTT sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur NTT terakhir tahun 2007 ruas Jalan Provinsi hanya 1.700 kilometer (km). Setelah dilakukan survei dan pencermatan yang mendalam, ternyata Jalan Provinsi kita berkembang menjadi 2.800 km.

Sudahkah SK Gubernur tentang Jalan Provinsi di revisi?

Kita sementara ini melakukan revisi SK Gubenur NTT untuk penyesuaian panjang ruas Jalan Provinsi dari 1.700 km menjadi 2.800 km.

Dibutuhkan berapa tahun baru ruas Jalan Provinsi tersebut bisa dikerjakan sesuai dengan harapan masyarakat dan DPRD se Provinsi NTT?

Baca Juga :  KPU: Debat Calon Walikota Kupang disiarkan langsung

Ini yang harus kita ungkapkan sejujur-jujurnya bahwa hingga dunia kiamat pun jalan dimaksud belum bisa dikerjakan semuanya. Sebab fakta kondisi jalan itu dinamis. Habis di bangun beberapa tahun kemudia rusak. Tentu kami tidak bisa kembali untuk memerbaiki jalan yang rusak itu. Kami harus berpindah ke jalan lain yang belum dikerjakan agar tampak keadilan sosial bagi seluruh warga NTT.

Pencarian Terkait:

  • moral politik ntt

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button