Home / Sejarah / CIA beberkan jawaban 3 pertanyaan seputar G30S/PKI

CIA beberkan jawaban 3 pertanyaan seputar G30S/PKI

Dokumen CIA soal evaluasi G30S/PKI (cia.gov)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Tragedi G30S/PKI melahirkan pertanyaan. Apa peran China? Apa peran Amerika? Dan berapa jumlah anggota PKI yang dibantai dalam aksi balasan tentara.

Tiga pertanyaan tersebut diungkapkan CIA dalam sebuah tulisan.

Hal ini dimuat dalam tulisan ‘The Lesson of The September 30 Affair’ dari Center for the Study of Intellilgence CIA, Volume 14 Issue 2, Musim Gugur 1970. Tulisan ini adalah jurnal internal CIA dan dirahasiakan selama puluhan tahun dan baru dipublikasikan kepada umum tahun 1994 dan diposting di situs CIA pada 8 Mei 2007.

Kita bisa membacanya sendiri di situs resmi CIA bagian perpustakaan digital. Seperti dibaca detikcom, Minggu (1/10/2017). Penulisnya adalah Richard Cabot Howland, staf Kedubes AS yang bertugas di Jakarta tahun 1965-1966.

Kemlu AS dalam tulisan Foreign Relations of The United States 1964-1968 Volume XXVI menyebutkan kalau artikel Howland ini untuk menjawab 3 pertanyaan penting. Pertama, hubungan China dalam G30S/PKI. Kedua kaitan pemberantasan PKI dengan perang Vietnam yang sama-sama melawan komunis dan ketiga, jumlah anggota PKI yang tewas dibantai oleh tentara dan warga sipil.

Howland mengatakan, China sama bingungnya dengan AS saat G30S/PKI terjadi, karena terlalu banyaknya pejabat sipil dan militer terlibat di pihak PKI, Sukarno dan Angkatan Darat. Dia menyimpulkan dari beberapa dokumen dan data, tidak ada peran China dalam G30S/PKI, meskipun China mendukung tumbuhnya komunisme di Indonesia.

“Mustahil Sukarno atau Aidit menawarkan kekuatan luar manapun untuk ‘ikut ambil bagian dalam aksi’ atau dimintai tolong dalam Gerakan 30 September,” kata Howland.

Terkait hubungan dengan Perang Vietnam, menurut Howland saat itu banyak yang percaya Angkatan Darat Indonesia berani melawan PKI dan Sukarno karena tahu akan didukung tentara Amerika di Vietnam.

Baca Juga :  Inilah Profil Laurens Bahang Dama

Menurut Howland tindakan AD saat itu lebih ke situasi taktis semata, bukan karena tentara AS ada di Vietnam Selatan.

“Suharto bertindak bukan karena visi geopolitik atau strategis dari kehadiran tentara AS di Vietnam Selatan. Itu situasi taktis saja, Yani meninggal, Nasution tidak sanggup, Suharto adalah perwira senior yang ada dan memerintah dan cuma dia yang bisa bertindak. Dia bertindak tanpa banyak pikir nanti bagaimana. Kemenangannya saat itu bukan karena kehadiran kita di Vietnam,” kata Howland.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button