Home / Sejarah / Danau Tasi Tolu di RDTL, riwayatmu dulu dan kini…

Danau Tasi Tolu di RDTL, riwayatmu dulu dan kini…

Masyarakat RDTL menyaksikan perubahan warna air di Danau Tasi Tolu, Dili, Timor Leste, Senin (2/10/2017) pukul 17.00 WITA. (foto: Ist/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) menyimpan sejumlah alkisah sejarah yang takkan lekam dimakan waktu.

Sebagai daerah bekas jajahan Portugis atau Portugal, RDTL sangat berjasa bagi pengembangan agama Katolik di Indonesia, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Masuknya agama di NTT berkat jasa dari tiga negara. Pertama agama Katolik oleh kolonialisme Portugis; kedua, agama Protestan oleh kolonialisme Belanda; dan ketiga, agama Islam disebarluaskan oleh orang-orang Arab yang masuk ke NTT.

Khusus pengembangan agama Katolik dan Protestan di NTT di belah menjadi dua teritorial. Sebagian Timor atau lebih dikenal sebagai Timor Barat dimasuki Portugis. Mereka juga masuk di Pulau Flores, berasal dari Kabupaten Flores Timur.

Belanda sendiri kebagian masuk dan menduduki Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, Kabupaten Sumba Timur, dan Sumba Barat.

Melansir donisetyawan.com, Kolonialisasi Portugis di Timor Timur terjadi pasca keberhasilan Kerajaan Ternate yang dipimpin oleh Sultan Baabullah mengusir Portugis dari Maluku. Portugis menduduki wilayah Pulau Timor bagian Timur, sedangkan Belanda menguasai Pulau Timor bagian barat atas dasar kesepakatan tahun 1915. Timor Timur juga sering disebut sebagai Timor Portugis merupakan salah satu provinsi di luar negeri. Pada masa penjajahan Portugis, Timor Timur tertutup dari dunia luar. Portugis membentuk polisi rahasia yang disebut dengan Polisi Internationale Defese do Estado (PIDE).

Perubahan kebijakan terhadap Timor Timur oleh bangsa Portugis terjadi pasca adanya kudeta militer di Portugis atas Antonio de Oliveire Salazar oleh Jenderal de Spinola. Kudeta ini dikenal dengan Red Flower’s Revolution (Revolusi Bunga) atau juga sering disebut Revolusi Anyelir. Pemerintahan di Portugal beralih dari diktator menjadi demokrasi.

Baca Juga :  Kecantikan Helen picu perang antar 2 bangsa

Disebut Revolusi Anyelir dikarenakan pada saat itu ditiap-tiap moncong senjata diberi bunga Anyelir berwarna merah. Revolusi yang terjadi pada tanggal 25 April 1974, membawa pengaruh yang besar terhadap kebijakan Portugis terhadap negara koloninya. Semua koloni Portugis diberikan kebebasan untuk berdiri sendiri dan berkembang. Rakyat mendapatkan kesempatan untuk berpolitik. Muncul adanya dekolonisasi Portugis terhadap Timor-Timur.

Pencarian Terkait:

  • Berita timor leste danau tasi tolu warna merah
  • sejarah tasi tolu

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button