Home / News NTT / David Mangi jelaskan data penduduk Kota Kupang…

David Mangi jelaskan data penduduk Kota Kupang…

David Mangi. (foto: indonesiakoran.com/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Ada perbedaan data jumlah penduduk Kota Kupang antara Pemerintah Kota Kupang, dan data yang dikeluarkan oleh Kemendagri, yang saat ini menjadi rujukan KPU Kota Kupang.

Kadispendukcapil Kota Kupang David Mangi mengaku bahwa data yang dikeluarkan oleh KPU merupakan data ril, berdasarkan hasil pemutakhiran data kependudukan yang dilakukan oleh pihak Kemendagri.

“Memang data yang ada pada kami jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak 528.021 Jiwa. Namun data tersebut setelah dimutakhirkan oleh pihak kementerian hanya berjumlah 438.005 jiwa saja. Sehingga memang ada perbedaan data,” kata Mangi.

Mangi pun mengaku bahwa data yang ditampilkan KPU Kota itu memang data yang benar, tidak salah, karena secara hirarki sistem penyampaian data yang dipakai sebagai dasar untuk penentuan penetapan demokrasi, demografi, perencanaan pembangunan, perencanaan DAU dan masih banyak lagi, sumber datanya adalah dari kementerian dalam negeri yang bersumber dari dinas kependudukan dan catatan sipil kabupaten dan kota. Sistem ini mulai berlaku sejak ditetapkannnya undang-undang 24 tahun 2013 tentang Adminduk.

Oleh sebab itu, tambahnya, dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten/kota tidak lagi diberikan kewenangan untuk menyampaikan data DP4 kepada KPU. Tapi data DP4 diserahkan dulu ke Menteri Dalam Negeri, lalu data tersebut disampaikan ke Ketua KPU Pusat, selanjutnya Ketua KPU Pusat melanjutkan ke masing-masing KPU di daerah pemilihan.

Jadi, menurut dia, apa yang disampaikan oleh KPU itu benar adanya. Hanya mungkin perlu dipilah di sini, data penduduk yang berjumlah 438.005 jiwa itu merupakan data bersih, data yang sudah berhasil diverifikasi, divalidasi, dilakukan penunggalan oleh pihak Kemendagri.

“Nah saat ini timbul pertanyaan, kalau memang sudah dibersihkan, kenapa laporan dari dinas kependudukan jumlah penduduk kita sudah berada pada posisi 528 ribu jiwa, sedangkan data kementrian cuma 438 ribu jiwa, informasi untuk menjadi pengetahuan bapak ibu sekalian bahwa 438.005 jiwa ini data yang sudah dimutahirkan, yang sudah dilakukan penunggalan. Sementara data sisanya dimasukan sebagai data sampah. Sistem di Kementrian Dalam Negeri, adanya sistem Dukcapil yang dikenal dengan nama data sampah. Namun data sampah itu tidak terbuang, tapi data sampah ini masih berkisar seratus ribu lebih, itu belum dimutahirkan. Kenapa belum dimutahirkan? Karena ada nama yang betul-betul tidak sama antara nama yang pertama dan nama yang kedua, ada kelebihan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), atau mungkin tanggal lahirnya yang berbeda, karena ketika melakukan verifikasi, pihak kementerian menyandingkan dua ratus sekian juta data yang ada, sehingga jika ada kesamaan makan data tersebut akan disimpan menjadi data sampah untuk sementara, sambil menunggu pemutakhiran data selanjutnya,” kata Mangi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sikka: Pungli sangat meresahkan masyarakat

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button