Home / Sejarah / Festival Fulan Fehan, Penari Timor Leste “mengguncang” Kabupaten Belu

Festival Fulan Fehan, Penari Timor Leste “mengguncang” Kabupaten Belu

Penari dari Timor Leste semarakan Festival Fulan Fehan 2017, Sabtu (28/10/2017) siang. (foto: v.j. boekan/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Festival Fulan Fehan (F3) 2017 telah berlangsung dengan sangat meriah di Fulan Fehan, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (28/10/2017).

Fulan berarti Bulan, sedangkan Fehan berarti Dataran. Jadi arti secara harafiahnya adalah Bulan menyinari Dataran.

F3 ini sendiri adalah merupakan rangkaian dari acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sumpah Pemuda ke-89, sebagai bagian dari masyarakat Belu mengenang peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang lalu.

Bupati Maliana dan Ny.

 

Hal paling menarik dari F3 ini adalah hadirnya Duta Kesenian dari Timor Leste, sebagai tetangga terdekatnya Kabupaten Belu.

Pantauan langsung penulis, Duta Kesenian Timor Leste yang datang untuk semarakkan F3 berkisar 250 orang. Mereka di dampingi oleh Bupati Maliana dan istri, yang duduk bersama rombongan sebanyak enam orang dan mengikuti semua rangkaian acara dengan hikmatnya, mulai dari upacara peringatan Sumpah Pemuda yang di pimpin oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, hingga ke acara pentas budaya.

Pagelaran pentas budaya pertama dipercayakan kepada tim Kebudayaan Timor Leste. Penari-penari perwakilannya dari Maliana dan Viqueque.

Ketika mereka tampil dengan tarian sebanyak tiga tarian, decak kagum dan tepuk tangan tak terhindarkan lagi.

Bisa di pahami, sebab dengan terik menyengat sekitar 34 derajar selcius, tetapi para penari berdansa dengan mesra, menari dengan kompak, pesonakan senyum memukau.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-59, STKIP Ruteng gelar Festival Budaya

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button