Home / Olahraga / INKAI Cabang Belu gelar ujian kenaikan tingkat

INKAI Cabang Belu gelar ujian kenaikan tingkat

Inkai Kabupaten Belu

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Sebanyak 135 orang anggota INKAI Cabang Belu mengikuti ujian kenaikan tingkat dan penurunan Kyu.

Kegiatan ujian tersebut berlangsung di Gor L.A Bone, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Minggu (1/10/2017).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Belu Petrus Bere selaku Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) INKAI Cabang Belu, dan Ketua FORKI Apolinario Da Silva, Sekretaris KKI Simon Riwu, dan Wakil Ketua INKAI Cabang Belu Pius Seran. Selain itu, turut hadir Ciprianus Bere selaku Koordinator INKAI Kabupaten Malaka, dan para penguji.

Pada sambuatanya, Ketua INKAI Cabang Belu sekaligus Ketua FORKI Kabupaten Belu, Apolinario mengatakan, ujian kenaikan tingkat merupakan sebuah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh INKAI. Ujian ini biasanya dilaksanakan enam bulan sekali

Ketua MSH INKAI Cabang Belu Petrus Bere mengatakan, ujian kenaikan tingkat saat ini mengalami penurunan pada latihan fisik. Petrus mengisahkan bahwa pada zamannya, ketahanan fisik benar-benar diuji saat melaksanakan ujian kenaikan tingkat.

Lebih lanjut dikatakannya, olahraga adalah salah satu bagian yang memberikan sumbangsih yang sangat besar pada Kabupaten Belu baik di kancah Nasional maupun Internasional. Melalui berbagai cabang olahraga, masyarakat luar dapat mengenal Kabupaten Belu. Karena itu, kepada para peserta yang mengikuti ujian kenaikan tingkat diharapkan agar terus berlatih dengan keras untuk mengharumkan nama Kabupaten Belu.

Untuk diketahui, sebelum diadakannya ujian kenaikan tingkat, INKAI Cabang Belu telah mengadakan GAZUKU atau latihan pemantapan gerakan di lapangan Makodim 1605/Belu, pada Sabtu (30/9/2017). Pada latihan tersebut, ada enam ranting dari sebelas ranting di Kabupaten Belu yang mengikutinya.

Karate sendiri adalah sebuah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut “Tote” yang berarti seperti “Tangan China”.

Baca Juga :  Neymar bicara soal rumor rivalitas dengan Messi

Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Kanji pertama adalah ‘Kara’ dan berarti ‘kosong’ dan yang kedua, ‘te’ berarti ‘tangan’. Jadi secara epistemologi, karate artinya “tangan kosong” (pinyin: kongshou).

Karate masuk di Indonesia bukan dibawa oleh tentara Jepang melainkan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kembali ke tanah air, setelah menyelesaikan pendidikannya di Jepang.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button