Home / News NTT / Jeriko dan Andreas bersinergi flamboyankan Kota Kupang

Jeriko dan Andreas bersinergi flamboyankan Kota Kupang

foto: dok. dinas pupr ntt/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Kota Kupang sebagai Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan ditata ulang sehingga layak menjadi Kota Flamboyan.

Kota Kupang sebagi Kota Flamboyan tidak saja bagi masyarakat NTT, tapi juga bagi wisatawan Nusantara dan Mancanegara yang datang berkunjung.

Konsep sinergitas pada ranah pemerintah harus benar-benar dijadikan perhatian sehingga pemerintah di level atas tak berjalan sendiri, melepas pemerintah di level bawah bingung mencari-cari pola terbaik.

Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT yang dipimpin oleh Kepala Dinas Andreas W. Koreh, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang yang di pimpin oleh Walikota Jefritson Riwu Kore (Jeriko) mencoba untuk duduk satu meja guna menemukan pola flamboyan untuk memflamboyankan Kota Kupang.

Gubernur Frans Lebu Raya inginkan Kota Kupang sebagai Kota Flamboyan…

Melihat konsep pikir tersebut, bukan saja Jeriko yang berkepentingan, tetapi juga Kadis Andreas.

Sebab, konsep Kota Kupang sebagai Kota Flamboyan tak boleh hanya sekedar slogan, jargon, ataupun streotip belaka, bak gincu yang hanya memerahkan bibir dalam kurun waktu tertentu.

Flamboyan yang harus menjadi titik sentral perhatian Kadis Andreas dan Walikota Jeriko adalah bagaimana menata ulang Kota Kupang agar menjadi Kota Flamboyan, atau dengan arti lain sebagai kota yang elok dan tampan bukan saja pada infrastruktur-infrastuktur, tapi mencakup pelayanan yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), tutur kata, senyum, dan tingkah laku, serta hal-hal positif lainnya.

Bukan isapan jempol, karena hal itu terkuak dalam pertemuan antara Jeriko dengan Andreas di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, di Kator Gubernur NTT Pertama, Jalan Basuki Racmat No. 1, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Jumat (6/10/2017) pukul 11.00 – 12.00 WITA.

Baca Juga :  Sebelum Pilkada, Tersisa 10 Kali Jonas Salean Berkantor di Kelurahan

Pada kesempatan itu, Jeriko mengatakan ingin menata berbagai infrastruktur di Kota Kupang. Oleh karena itu, ia menjalin komunikasi intens dengan Dinas PUPR Provinsi NTT.

“Kita tidak bisa mengharapkan anggaran di Kota Kupang. Tidak mungkin andalkan Kota Kupang. Jadi kita mohon bantuan Pemprov untuk ikut menata Kota Kupang, kota kebanggaan kita bersama,” kata Jeriko.

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button