Home / News NTT / Keprihatinan Felix Sanga terhadap upaya penemuan “Tunggal Ika” Indonesia…

Keprihatinan Felix Sanga terhadap upaya penemuan “Tunggal Ika” Indonesia…

Prof. Dr. Felisyanus Sanga, M.Pd. (foto: ambuga/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Prof. Dr. Felisyanus Sanga (Felix) mengatakan, pemahaman tentang konsep Bhineka Tunggal Ika yang dihayati selama ini belum mencapai titik terang.

Menurut sosok yang familiar dikenal sebagai Sastrawan NTT ini, Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari 1.341 suku bangsa, belum bisa menemukan sesuatu yang secara universal bisa memersatukan tiap suku bangsa.

“Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bhineka itu sudah jelas. Indonesia terdiri dari 1.341 suku bangsa. Tapi yang dikatakan sebagai ‘Tunggal Ika’ bangsa itu, di mana? Selama ini kita belajar konsep mengenai satu persoalan besar ini, tapi belum ada jawaban yang pasti terhadap pertanyaan tentang konsep ‘Tunggal Ika’ ini,” kata Felix kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Sabtu (21/10/2017) pagi.

Lebih jauh Felix menuturkan, bendera ataupun undang-undang yang dijadikan simbol pemersatu selama ini bukanlah “Tunggal Ika”-nya bangsa Indonesia seperti yang dipahami semua orang.

“Itu sangat keliru. Nilai yang terkandung dari bendera suatu suku bangsa, tidak bisa menjadi suatu nilai yang harus dipaksakan pada suku bangsa yang lain,” tambah dia.

Dia melanjutkan, bangsa Indonesia telah merdeka dari penjajah. Dalam perjalanan berbangsa lebih dari 70 tahun, bangsa Indonesia kini mengalami masa ‘kacau’. Dilihat dari sisi adat dan peradaban, pria kelahiran tahun 1950 ini turut menegaskan, dalam tubuh bangsa Indonesia, tersimpan unsur-unsur yang bisa mengakibatkan kekacauan ini.

“Dari ke-1.341 suku bangsa ini, tiap suku bangsa memiliki prinsip dan pandangan hidup masing-masing. Dan itu dipegang teguh. Lalu kita memaksakan tiap suku bangsa itu mengakui suatu hal yang lebih tinggi, dan kita atur dalam undang-undang. Ini adalah sebuah pemaksaan, dan lama kelamaan bisa menjadi bom waktu. Lihatlah hasilnya hari ini,” jabarnya.

Baca Juga :  Kelurahannya dapat bendera hitam, Lurah Fatululi berang !

Terkait langkah apa yang harus diambil pihak pemerintah untuk mengatasi masalah ini, menurut dia, harus ada upaya pencarian yang dilakukan secara serius.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button