Home / Populer / Sikap Polri terhadap pidato Pribumi Anies Baswedan…

Sikap Polri terhadap pidato Pribumi Anies Baswedan…

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Akhirnya sudah ada ormas yang melaporkan perihal Pidato PRIBUMI Gubernur baru DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polri, dengan dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis.

Dugaan tindak pidana tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Huruf B ke 1 dan 2 dan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Polri sebagai alat penegakkan hukum di Indonesia diharapkan KETEGASAN HUKUM nya dapat berlaku adil perihal Pidato PRIBUMI Anies Baswedan sama hal-nya Pidato AL MAIDAH Ahok.

Yah begitulah BUMI ini kenyataannya BULAT bukan RATA. BUMI BULAT berputar sehingga yang tadinya di ATAS berputar jadi di BAWAH yang tadinya di BAWAH berputar jadi di ATAS. Hanya orang-orang tertentu saja yang paham maksud BUMI BULAT versi saya ini…. Hahahaaa…

Berita Pidato RASIS “PRIBUMI” Gubernur baru Jakarta ANIES BASWEDAN langsung meramaikan berbagai media dengan komentar yang sebagian besar tidak menyukai isi pidato Rasis itu. Ada yang menyesali mengapa Jakarta dapat Gubernur yang kerja nyatanya saja belum terlihat sudah berani komunikasi RASIS yang sifatnya ADU DOMBA di hadapan warga Jakarta. Ada juga pendapat bahwa baru dilantik saja, pidatonya sudah menyebar benih kebencian antar RAS apalagi nanti menjalankan tugas Gubernur bisa jadi kebijakannya berpihak pada golongan tertentu yang mendukung dia saat Pilgub DKI 2017.

Saya pribadi, kebetulan nonton TV saat si GUBERNUR Baru Jakarta berpidato pertama kali di hadapan warga Jakarta. Saya mengikuti pidato si GUBERNUR Baru JAKARTA dari awal pidato. Jujur, saya kaget saat mendengar Anies Baswedan menyebut PRIBUMI dalam pidatonya dan yang timbul di benak saya saat itu :

1. SEKAT ANTARA RAKYAT ASLI INDONESIA DENGAN WARGA KETURUNAN DAN WARGA ASING.

Baca Juga :  Anak di bawah umur kemudikan mikrolet di Jakarta

Dengan kata “PRIBUMI” yang diucapkan seorang Gubernur Jakarta Anies Baswedan, bukan tidak mungkin lambat laun dengan sendirinya akan menumbuhkan SEKAT antara penduduk asli Indonesia dengan penduduk yang merupakan warga keturunan (Arab, Cina, India) dan warga negara asing.

Jelas ini sangat mengganggu keberlangsungan pembangunan di Ibu Kota Jakarta pun keberlangsungan laju bisnis sebagai faktor utama kemajuan ekonomi Indonesia. Jakarta bukan saja sebagai Pusat Pemerintahan namun pusat hiruk pikuk bisnis di Indonesia yang melibatkan para pelaku bisnis yang bukan saja berasal dari penduduk asli Indonesia yang terdiri dari berbagai ras dan suku namun melibatkan juga para pelaku bisnis dari berbagai warga keturunan dan warga asing dari berbagai belahan dunia.

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button