Home / News NTT / Andreas Koreh digugat karena perjuangkan Jembatan Pancasila Palmerah…

Andreas Koreh digugat karena perjuangkan Jembatan Pancasila Palmerah…

Tim moral-politik.com sedang mewawancarai Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Andreas W. Koreh di ruang kerjanya, Kota Kupang, Senin (13/11/2017) petang. (foto: ist)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Banyak pertanyaan masyarakat yang beredar terkait rencana pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah yang akan menghubungkan Pulau Adonara dengan Pulau Flores.

Jembatan itu jika dilengkapi dengan Turbin Listrik Energi Baru Terbarukan berkekuatan hingga 300 Megawatt (MW).

Sehubungan dengan itu, moral-politik.com meminta penjelasan dari Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Andreas W. Koreh di ruang kerjanya, Kota Kupang, Senin (13/11/2017) Pukul 17.00 WITA.

“Saya yakin banyak pertanyaan yang beredar di masyarakat, misalnya mengapa membangun Jembatan Pancasila Palmerah? Mengapa tidak perbaiki saja jalan-jalan yang rusak? Pemikiran seperti ini wajar dan logis,” katanya semabari tersenyum.

Terhadap pertanyaan ini, Andre memberikan keterangan, anggaran yang di dapat PUPR Provinsi NTT dalam setahun tidak terlalu besar, dan pembangunan jalan yang diinginkan masyarakat harus berjalan bertahap.

“Anggaran yang di dapat dinas ini tidak terlalu besar untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang tinggi. Dinas ini paling banyak mendapatkan anggaran dalam satu tahun sekitar Rp 300 miliar. Dulunya sekitar Rp 400 miliar. Sekarang sudah menurun anggarannya,” jelasnya.

Misalkan, tambahnya, mereka berhenti membangun Jembatan Pancasila Palmerah dan mulai membangun jalan-jalan atau memperbaiki jalan-jalan yang rusak.

“Persoalannya, apakah ada investor yang mau berinvestasi membangun jalan? Ini sederhana sebenarnya. Kita mengundang investor untuk mendengarkan hasil paparan kita. Untuk Jembatan Palmerah mereka menerima, karena ada energi baru terbarukan yang bisa dimanfaatkan. Kalau untuk jalan, belum ada yang tertarik,” katanya.

Menurutnya, jikapun pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah itu dihentikan, tidak dengan serta-merta jalan-jalan di NTT akan membaik.

Baca Juga :  Inilah tahapan lanjutan pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah (4)

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button