MORAL-POLITIK.COM: Anggota Parlemen Australia Barat (WA), Barry Urban, mengaku ia telah memalsukan gelar universitas dengan jurusan Pemerintahan Daerah, sehari setelah ia mengundurkan diri dari Partai Buruh dan berjanji untuk bertahan sebagai anggota Parlemen independen.

Urban mengatakan, ia “terang-terangan meminta maaf” kepada Menteri Utama WA, Parlemen dan kolega-koleganya dalam pidato publik pertamanya lebih dari sepekan di tengah skandal genting yang mempertanyakan sejumlah klaim tentang masa lalunya.

Anggota Parlemen asal daerah pemilihan (dapil) Darling Range, WA, ini mengatakan, ia “berusaha untuk membuktikan” aspek lain dari pekerjaan dan riwayat pendidikannya, tapi tak menyinggung secara spesifik tudingan bahwa ia memalsukan pekerjaan di Bosnia sebagai investigator kejahatan perang.

Selain keraguan tentang klaim pekerjaannya, ada juga pertanyaan seputar riwayat pendidikannya setelah dua universitas di Inggris yang ia klaim sebagai kampusnya mengatakan, pihak mereka tak punya catatan bahwa Urban adalah mantan mahasiswa mereka.

Meski Urban tak menyinggung klaim itu secara rinci, ia mengakui bahwa dirinya telah memalsukan gelar diploma Pemerintahan Daerah dari salah satu universitas.

“Saya menyelesaikan 9 dari 10 modul dan modul akhirnya juga belum selesai, saya memang tidak menuntaskannya,” kata Urban.

“Saya telah mengubah resume saya untuk merefleksikan pengakuan ini dan telah meminta agar dokumen apapun bisa dikoreksi.”

Mantan anggota Parlemen dari Partai Buruh, Barry Urban, tiba di Parlemen pertama kali sejak skandal itu mencuat.
Mantan anggota Parlemen dari Partai Buruh, Barry Urban, tiba di Parlemen pertama kali sejak skandal itu mencuat. (ABC News: Jacob Kagi)

 
Dalam pengakuannya, ia juga salah menyebutkan sebuah medali sebagai penghargaan resmi dari otoritas Inggris, padahal sebenarnya ia membeli medali itu. Urban bersikeras, ia yakin ‘sepenuhnya meski salah’ bahwa itu adalah medali yang benar.

Baca Juga :  Filipina habisi militan sayap ISIS asal Indonesia

“Saya merasa malu atas kesalahan saya dan atas penderitaan yang saya timbulkan akibat ulah saya,” ujar Urban.

Medali itu sempat dipakai di beberapa acara resmi, dengan klaim palsu bahwa itu adalah penghargaan resmi yang ia dapatkan berkat tugasnya sebagai polisi di luar negeri.