MORAL POLITIK : Ikatan Keluarga Besar Manggarai Raya menemui Walikota Kupang Jefri Riwu Kore.

Kedatangan mereka dalam rangka menyampaikan sikap terkait aksi tidak terpuji dari dua orang aparat sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bersama sejumlah orang yang mengaku sebagai Tim Sukses saat Pilkada Kota Kupang, di ruang kerja Wakil Walikota Kupang, pada Kamis (2/11/2017) lalu.

Ketua Ikatan Warga Manggarai Raya Marthinus Nahas yang didampingi salah satu Tokoh Masyarakat Manggarai Servas Lawang, yang ditemui wartawan usai menemui Walikota Jefri di Balai Kota Kupang, Jumat ( 10/11/2017) mengaku bahwa dalam pertemuan bersama Walikota untuk menyampaikan sikap mereka terkait insiden tersebut.

Menurutnya, Pemkot Kupang diminta tegas dalam menindak ASN yang terlibat dalam peristiwa itu, karena seorang bawahan dinilai sangat tidak layak berbuat kasar, apalagi sampai membentak atasanya dengan kata-kata yang tidak sopan.

“Dengan dalil apapun mereka tidak layak berbuat seperti itu, apalagi pada dinas dan disiarkan langsung lewat media sosial,” katanya.

Selain itu, ia juga sangat menyesalkan perkataan dari salah seorang dalam video yang menyebut Wakil Walikota hanya datang membawa badan tanpa ada nilai tambah.

“Tapi sudahlah semua sudah terjadi, dan kami mau agar proses ini sudah terjadi, dan kami juga sudah mendapat kabar bahwa ASN yang terlibat dalam insiden itu sementara menjalani pemeriksaan dari pihak Inspektorat dan BKD,” tegas dia.

Ia mengatakan, terhadap insiden itu sebenarnya bisa di proses sampai ke ranah hukum. Tapi pihaknya masih membuka peluang untuk berdamai. Akan tetapi proses damai bisa dilakukan atas itikad baik dari mereka yang sudah berbuat kasar kepada Wakil Walikota.

Baca Juga :  Herman Man: Sumber PAD Hanya Dari Retribusi dan Pajak