MORAL POLITIK : Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe siap menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan pemerintah Kota Kupang, terkait insiden memalukan pada kamis (02/11/2017), di ruang kerja Wakil Walikota Kupang Hermanus Man.

Peristiwa memalukan tersebut akibat ulah dari dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah Kota Kupang, bernama Jovid Tonubesi, dan Adipapa Pali yang masuk ke ruang Wakil Walikota dan memarahi Hermanus Man.

“Sebagai Ketua DPRD Kota Kupang, saya cukup kesal dengan insiden itu. Sungguh tidak ada etika, dimana seorang bawahan datang dan memarahi pimpinannya pada saat jam kantor. Ini merupakan tindakan memalukan dan tidak bisa ditolerir,” kata Yeskiel Loudoe kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Senin (6/11/2017) siang.

Menurutnya, insiden tersebut sungguh memalukan, dan dirinya berniat untuk menggelar RDP meskipun tanpa ada usulan dari Fraksi-Fraksi di DPRD Kota Kupang, namun berhubung masih banyak Fraksi yang sedang menjalani tugas keluar daerah, maka paling lambat RDP akan dilakukan pada Senin (13/11/2017).

“Sebenarnya kalau ikut kemauan saya, hari ini, Senin (6/11/2017) RDP harus dilakukan, tapi berhubung banyak anggota Fraksi tidak berada di tempat, sehingga diulur. Namun RDP akan secepatnya dilakukan, kalau dalam minggu ini Anggota Fraksi sudah berada di tempat maka RDP bisa digelar dalam minggu ini juga,” kata Loudoe.

Ketika disinggung apakah sudah ada surat masuk dari Fraksi Demokrat, Gerindra, dan PAN untuk permintaan RDP dilakukan, Loudoe mengaku, hingga saat ini dirinya belum menerima satupun surat dari ketiga fraksi tersebut. Namun tanpa surat dari ketiga Fraksi tersebut, dirinya tetap akan menggelar RDP.

“Tanpa surat dari Fraksi saya akan tetap menggelar RDP. Saya mau ASN yang membentak Wakil Walikota harus di proses sesuai ketentuan yang berlaku, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.

Baca Juga :  Jonas Salean: Pembangunan Hotel Barata Tak Berdampak Pada Kerugian Negara

 

 

 

Penulis : Nyongki