Home / News NTT / Budayawan NTT menanggapi Fachmi Idris yang berharap dari Pajak Rokok…

Budayawan NTT menanggapi Fachmi Idris yang berharap dari Pajak Rokok…

Felysianus Sanga. (foto: ambuga/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Defisit yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, serta sikap ambivalen yang dipertontonkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, mendapat kritikan dari Budayawan Nusa Tenggara Timur (NTT) Felysianus Sanga.

Kepada moral-politik.com, Selasa (14/11/2017) Sanga mengutarakan kegelisahannya, lantaran pernyataan Fachmi, bahwa defisit yang dialami BPJS Kesehatan sebanyak Rp 4,8 Triliun harus mendapatkan suntikan dana dari pemerintah, dalam hal ini dari Pajak Rokok dan Bagi Hasil Cukai Tembakau.

Sebelumnya media ini melansir detik.com…

Devisit BPJS Kesehatan Rp 4,8 Triliun disuntik Pajak Rokok dan Cukai Tembakau…

“Ini sikap ambivalen yang memalukan. Di satu sisi, mereka menyatakan bahwa merokok itu sangat dilarang, tapi di sisi lain, mereka mengharapkan suntikan dana dari Pajak Rokok dan Bagi Hasil Cukai Tembakau,” katanya.

Sebagai budayawan dan Guru Besar di FKIP Undana Kupang, Feliks dengan tegas menyatakan bahwa pelarangan terhadap tembakau, rokok, sirih pinang, dan lain-lain yang berkaitan dengan tembakau sangat berlawanan dengan adat istiadat yang dianut masyarakat pada umumnya.

“Mereka secara tidak langsung atau langsung selalu melarang orang mengkonsumsi barang-barang itu. Mereka tidak tahu kalau barang-barang itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan,” akunya.

Lalu, demikian lanjutnya, ketika mengalami defisit sebesar Rp 4,8 Triliun, mereka mengharapkan suntikan dana dari Pajak Rokok dan Bagi Hasil Cukai Tembakau.

Sebagai pembanding, Sanga memberikan sebuah fakta, bahwa orang-orang tua di kampung, walaupun mengkonsumsi rokok, namun umur mereka bertahan lama.

Baca Juga :  HUT RI ke-72, 68 Narapidana Maumere peroleh remisi

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button