Home / Olahraga / DPRD Pertanyakan Bonus Atlit, Kadispora jelaskan kesulitan pengelolaan anggaran…

DPRD Pertanyakan Bonus Atlit, Kadispora jelaskan kesulitan pengelolaan anggaran…

Ilustrasi uang. (foto: mesinhitunguangtissor.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Kepala Dinas Pemuda dan Olaragah (Dispora) Kota Kupang Ejbend Doeka, mengaku uang bonus bagi 54 orang atlet berprestasi belum diserahkan.

Atlit yang dimaksudkannya adalah peraih medali pada Pekan Olahraga Daerah (POD) Tahun 2017 belum dibayarkan karena pertanggungjawaban anggaran pada salah satu kegiatan akan mempengaruhi realisasi anggaran berikutnya.

“Kenapa sampai hari ini belum? Itu karena di perubahan anggaran kita mendapatkan alokasi anggaran, di mana kegiatan yang satu ternyata pertanggungjawabannya mempengaruhi realisasi anggaran yang berikut,” ujarnya saat di temui di ruangan kerjanya, Jumat (17/11/2017) siang.

Doeka menegasakan, kegiatan yang terlaksana pada perubahan anggaran kemarin, “memakan” waktu yang cukup lama dalam penyelenggaraannnya, bahkan sampai satu bulan. Sehingga untuk saat ini, pihaknya tengah menyelesaikan administrasi kegiatan tersebut. Apabila sudah lengkap, pihaknya kembali mengusulkan hal ini agar persolan bisa terselesaikan.

“Saat ini kita sementara pacu, karena kegiatan di perubahan anggaran terlalu lama, seperti Walikota Cup kemarin. Sehingga kalau tuntas administrasinya, kita usul lagi agar persoalan ini bisa kita selesaikan,” sebutnya.

Sebermulnya, kata dia, pemberian penghagaan untuk atlet berprestasi merupakan keinginan pemerintah, kemudian di perjuangkan Dispora. Selama ini, pada setiap kegiatan olaraga pemerintah hanya melakukan pemantaun, tanpa memberikan penghargaan kepada para atlit maupun fasilitas penunjang lainnnya. Menyadari kondisi itu, kami kemudian berusaha menjalin komunikasi dengan stakholder terkait untuk memperjuangkannya.

“Setiap orang yang berprestasi itu harus diberikan penghagaan, dalam bentuk apapun harus dihargai. Selama ini, tidak demikian, bahkan fasilitas penunjangpun tidak ada. Untuk itu kami berusaha berjuang, dan puji Tuhan, kemudian disetujui,” ujarnya.

Menurut dia lagi, persolan ini sebenanya hanyalah miss komunikasi antara pihaknya dan Lembaga DPRD Kota Kupang. Sehingga, dirinya perlu meluruskan persolan ini agar tidak membias di tengah masyarakat, dan terkesan mengulur-ulur waktu atau bahkan tidak mempunyai niat untuk membayar bonus tersebut.

Baca Juga :  Republik Ceko tekuk Belanda 1-2

“Sekali lagi, ini usaha kita. Kita ada untuk melayani. Menurut saya, kalau ada komentar seperti itu hanya karena miss komunikasii dengan teman-teman di Dewan. Kita memberikan intensif untuk menghargai orang yang berprestasi, agar lebih maju Kota Kupang tercinta ini,” sebutnya.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button