MORAL POLITIK : Aksi tak etis yang diperagakan oleh dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap Wakil Walikota Kupang Hermanus Man, mendapat kecaman dari Ketua Fraksi Gerindra.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Kupang Merry Salouw meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, harus memberikan sanksi yang tegas kepada dua orang ASN lingkup yang terlibat dalam insiden di ruang kerja Wakil Walikota Kupang, pada Kamis (2/11/2017).

Pasalnya, insiden tersebet sangat memalukan sekaligus meruntuhkan wibawa dari Pemkot Kupang.

“Dengan dalil apapun seorang ASN tidak layak berbuat seperti itu, apalagi mereka masuk keruang kerja Wakil Walikota Hermanus Man bersama sejumlah orang luar, kemudian membentak dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas,” kata dia kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Senin (6/11/2017) siang.

Menurut Merry, kejadian itu sudah menjadi viral di Media Sosial (Medsos), dan menjadi bahan perbincangan dimana-mana.

Bahkan beberapa temanya di luar NTT menelepon dirinya dan bertanya seperti apa masalahnya, sampai ada ASN yang berani masuk keruang pimpinannya dan memarahi pimpinan mereka seenaknya saja.

Oleh sebab itu Merry menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berdiam saja dan harus mengusut tuntas kasus tersebut, dan para ASN itu harus diberi sanksi yang tegas.

“Saya rasa kejadian seperti ini baru pertama terjadi di Indonesia. Mau tim sukses atau apapun itu, kalau mereka masih berstatus ASN yang nota bene adalah bawahan Wakil Walikota, mereka tidak berbuat seenak perut mereka. Mereka harus diberi sanksi agar tidak menimbulkan preseden buruk di kemudian hari!” tegas Merry.

 

 

 

Penulis : Nyongki

Baca Juga :  Kota Kupang dijuluki "Kota Kasih", pencurian lampu jalan bertambah