MORAL POLITIK : Gerakan Pemuda/i Scalabrinian Maumere (GPS-Maumere) menilai, dewasa ini kebudayaan lokal telah tergerus, tergusur dan mulai digantikan oleh budaya global yang modern.

Fenomena ini menunjukkan bahwa budaya lokal warisan leluhur yang telah hidup dan dipertahankan berabad-abad ditaklukkan oleh perkembangan IPTEK yang telah membudaya.

Mengahadapi masalah ini, orang muda tidak secara penuh dipersalahkan karena hal ini sebenarnya dipicu oleh kegagalan orangtua (pemerintah dan orangtua asuh) dalam mendidik dan mendukung generasi muda dalam pelestarian budaya warisan leluhur.

Berangkat dari fenomena ini, Kongregasi Scalabrinian melalui lembaga kepemudaannya (GPS ) Maumere merasa terpanggil untuk mengambil langkah solutif awal dengan memprakarsai seminar dan diskusi ilmiah tentang kaum muda dan identitas budaya.

Misionaris ST. Karolus Borromeus – Scalabrinians melalui pimpinan Pater Ansensius Guntur mengatakan, kegiatan seminar dan pentas budaya ini akan melibatkan orang-orang muda yang tergabung dalam organisasi lokal kepemudaan yang berasal dari berbagai daerah, yang sementara ini tinggal di Maumere.

Seminar dan diskusi ini akan ditutup dengan pentas budaya lokal yang dilakoni oleh perwakilan dari setiap organisasi kepemudaan lokal.

Putra asli Manggarai ini menambahkan, kegiatan tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan kecintaan dan kepedulian kaum muda dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal, sekaligus menunjukkan identitas kaum muda sebagai kaum yang berbudaya dan juga memberi pendidikan budaya terhadap kaum muda sebagai generasi penerus.

Baca Juga :  Strategi Pemkot Kupang hadapi ASN Pensiun di Tahun 2017