Home / Profil / Inilah Kristian Jene, “Sang Duta Pariwisata Kehidupan”

Inilah Kristian Jene, “Sang Duta Pariwisata Kehidupan”

Kristian Jene. (foto: ambuga/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Tahun 2017 menyimpan kenangan tersendiri bagi 22 perempuan perwakilan tiap kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ada kebahagiaan tersendiri yang terpancar dari wajah mereka, ketika pada malam hari di Lippo Plaza Kupang, Sabtu (18/11/2017), mereka berjejer di atas panggung mengenakan pakaian adat dari kabupaten masing-masing demi meraih gelar “Duta Pariwisata NTT 2017”.

Satu di antara ke-22 perempuan cantik itu adalah Kristian Jene (20) asal Kabupaten Ende, mahasiswi Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Fakultas Ilmu Sosiologi dan Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, konsentrasi pada Jurnalistik.

Sebagai seorang perempuan yang memiliki cita-cita dan cinta yang tinggi akan wisata dan budaya NTT, Kristian Jene akhirnya memilih untuk mengikuti acara Pemilihan Duta Pariwisata NTT tahun 2017.

Acara pemilihan Duta Pariwisata NTT ini di gelar oleh Pemerintah Provinsi NTT dari tanggal 16 November, dan malam final di gelar di Lippo Plaza Kupang.

Kristian, demikian penuturannya, tidak hanya menjadikan acara ini, juga gelar jika dia terpilih nanti sebagai Duta Pariwisata NTT, sebagai ikon semata.

Berbagai perlombaan telah diikuti Kristian Jene sejak usia SMP. Namun yang paling berkesan menurutnya, adalah sewaktu dia bersama teman-teman membuat sebuah film dokumenter dan menjadi Juara II dalam perlombaan film dokumenter itu. Maka jikapun tidak terpilih menjadi Duta Wisata NTT tahun ini, dia merasa bahagia karena menjadikan “promosi wisata NTT” sebagai misi hidupnya, dalam berbagai macam cara.

Tak bisa terelakkan, alam, budaya, juga keberagaman suku di NTT membuatnya begitu jatuh cinta. Cintanya kepada semua hal itu, membuatnya harus mengambil langkah secara nyata.

Adalah Jejak Tesbatan, sebuah film dokumenter hasil karya Kristian bersama kawan-kawannya, berhasil di buat, dan berhasil menjadi juara 2 dalam sebuah lomba film yang di gelar beberapa tahun lalu. Jejak Tesbatan, seperti juga kecintaan Kristian, adalah ekspresi cinta paling dalam dalam pada alam, budaya, juga keberagaman suku di Provinsi Seribu Pulau ini.

Baca Juga :  Kapolri Tito: Penetapan status Ahok tersangka tanpa konsultasi Presiden

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button