MORAL POLITIK : Kendati sudah ada bantahan dari Kasat Pol PP Kota Kupang Thomas Dagang, akan tetapi Anggota DPRD Kota Kupang Daniel Hurek berpandangan lain lagi.

Mantan Wakil Walikota Kupang yang berpasangan dengan Walikota Daniel Adoe ini memberikan tanggapannya soal ketidakmampuan Kasat Pol PP menangani sekelompok orang yang dipimpin oleh dua aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang yang membentak dan memarahi Wakil Walikota Herman Man di ruang kerjanya, karena ketidaksiapan Pol PP mengamankan pemimpin mereka sendiri, yang dipandangnya sebagai suatu kelalaian oleh DPRD Kota Kupang.

Kepada wartawan di ruang Fraksi Kebangkitan Indonesia, Daniel Hurek menilai pihak Pol PP gagal menjalankan tugasnya dengan baik, dalam menjaga pimpinan mereka.

“Memang benar Wakil Walikota yang meminta mereka (rombongan yang memarahinya) masuk kedalam ruangan, tapi permintaan Wakil Walikota karena merasa datang untuk bermaksud baik jadi dipersilahkan masuk, tapi sesampai di dalam, mereka bertindak di luar kebiasaan layaknya tamu pada umumnya, sehingga pihak Walpri dan Pol PP tidak bisa berpangku tangan melihat kejadian tersebut,” katanya.

Menurut Hurek, beruntung dalam insiden itu Wakil Walikota tidak sampai dianiaya atau dikasari. Kalau sampai itu terjadi apakah pihak Pol PP hanya berdiam diri, karena para tamu itu masuk atas permintaan Wakil Walikota?

Untuk itu, dirinya berharap agar pihak Pol PP maupun pengawal pribadi harus lebih responsif terhadap kejadian-kejadian seperti itu, karena keselamatan pimpinan mereka jadi taruhannya.

Sebelumnya, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/11/2017), Kasat Pol PP Kota Kupang Thomas Dagang mengaku, saat insiden itu dirinya tidak berada di tempat dan hanya sebagian stafnya yang berada di Kantor Walikota Kupang.

Baca Juga :  Fraksi PAN DPRD Kota Kupang Dukung 'Happy Puppy'!!

Menurutnya, sebelum ASN yang bernama Jovid Tonubesi, dan Adipapa Palli bersama Kepala Sekolah SMPN 9 Kabupaten Kupang Yan Loudoe bersama sejumlah orang yang masuk dan membuat keributan, pihak pengawal Pribadi Wakil Walikota, dan Pol PP yang sempat melarang sejumlah orang tersebut masuk ke ruang Wakil Walikota. Mereka meminta agar yang masuk ke ruang Wakil Walikota hanya dua orang, dan tidak boleh lebih. Namun atas permintaan Wakil Walikota untuk memasukan rombongan tersebut ke dalam, sehingga tidak terbersit pikiran dari para petugas bahwa akan terjadi keributan.