Home / News NTT / Jefri akui Pemkot Kupang sulit peroleh Predikat WTP

Jefri akui Pemkot Kupang sulit peroleh Predikat WTP

Foto: Ist/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Walikota Kupang Jefri Riwu Kore mengaku, kelemahan Pemerintah Kota Kupang belum mencapai predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), disebabkan pada pengelolaan aset yang belum baik.

“Untuk itu, dalam masa kepemimpinan lima tahun kedepan, saya mempunyai komitmen untuk menata aset-aset pemerintah kota secara baik, dengan pembentukan tim penataan aset. Tim tersebut nantinya yang akan melakukan pendataan akan aset-aset pemerintah kota yang ada secara baik dan benar,” kata Jefri riwu Kore kepada wartawan, Jumat (24/11/2017) usai mengikuti lanjutan Sidang DPRD Kota Kupang.

Ia menegaskan, predikat WTP selama ini sulit diraih Pemkot Kupang, karena masalahnya pada aset, dan disamping itu juga adanya faktor lain. Sehingga butuh penataan aset-aset daerah milik pemerintah kota baik bergerak maupun tidak bergerak.

Menurut Jefri, dengan sudah adanya pendataan secara bagus dan benar akan aset-aset tersebut oleh tim, maka nantinya akan dilihat secara baik aset-aset mana yang akan di hapus dan mana yang tidak akan di hapus, khususnya aset yang bergerak, seperti kendaraan dinas, baik itu yang beroda dua maupun yang beroda empat.

Untuk itu, lanjut Jefri berkaitan dengan hal ini, dirinya akan berkoordinasi dengan DPRD. Karena selain penghapusan ada juga pemutihan akan aset nantinya.

Oleh karena itu, diakui Jefri, aset masih jadi salah satu kendala untuk meraih predikat WTP. Maka itu dalam penataan aset pihaknya membentuk tim, walaupun tim yang telah dibentuk sebelum tidak ada anggarannya, namun tim ini akan dibiayainya sendiri.

Kesempatan tersebut, Jefri menyinggung soal temuan-temuan BPK pada waktu lalu telah ditindaklanjutnya, kurang kebih sudah mencapai 70 persen. Sehingga untuk kategori mendapat predikat WTP sudah terlewati melalui penyelesaian kasus yang lama.

Baca Juga :  Presiden Jokowi akan ke NTT untuk 2 agenda ini...

“Dalam penataan aset ini, yang paling krusial adalah aset tanah, sehingga kami akan mengkajinya secara baik soal aset yang sudah diokupasi pihak lain,” tutup Jefri.
Penulis : Nyongki

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button