MORAL POLITIK : Setelah lahan eks Restoran Teluk Kupang akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) untuk publik, Pemerintah Kota Kupang melirik sejumlah lahan di pesisir Pantai Pasir Panjang.

Lirikan Pemkot Kupang tersebut dengan maksud akan dijadikan kawasan RTH. Salah satu kawasan yang kembali dilirik adalah lokasi lahan kosong di depan Restoran Grand Mutiara, tepatnya di Jalan Timor Raya, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kelapa Lima.

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore menuturkan itu pada saat pertemuan bersama di PUPR NTT, Balai Jalan Wilayah IX, bersama DPRD NTT, dan DPRD Kota Kupang, di Aula Sasando, Balai Kota Kupang, Kamis (9/11/2017) yang membahas tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Koridor Jalan El Tari dan Jalan Frans Seda.

Menurut Jefri, kawasan tersebut sudah masuk jalur hijau, tapi karena tempat milik perorangan sehingga pemerintah berencana membebaskan lahan tersebut, dengan cara membeli dari pemilik lahan.

“Jika DPRD setuju, maka lahan itu akan segera di beli pemerintah. Lagian kalau kawasan itu masuk jalur hijau, pemerintah tidak mengeluarkan ijin untuk jenis usaha apapun, dan saya berharap pemilik lahan mau menjual lahan tersebut kepada pemerintah,” katanya.

Ia mengaku, kawasan tersebut sangat ideal untuk dijadikan RTH karena berada di pesisir pantai, selain itu lokasinya juga hanya ratusan meter dari kawasan eks Restoran Teluk Kupang, sehingga RTH yang bisa dijadikan masyarakat untuk bersantai semakin besar.

“Sudah menjadi tekad saya sebagai Walikota untuk menyiapkan RTH bagi masyarakat, karena di kawasan pesisir pantai di Kota Kupang sebagian besar sudah ditutupi bangunan, sehingga akses masyarakat menuju pantai semakin sulit. Untuk jalan ini merupakan alternatif untuk membuka akses menuju pantai bagi masyarakat Kota Kupang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Akhiri masa jabatan, Walikota Jonas akan pamitan

 

 

Penulis : Nyongki