MORAL POLITIK : Walikota Kupang Jefri Riwu Kore (Jefri) berencana menaikan upah bagi PTT di Dinas Kebersihan.

Alasan Jefri karena ia menilai PTT tersebut mempunyai beban kerja yang lebih banyak ketimbang Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada dinas maupun di Setda Kota Kupang,

Namun sayangnya angka kenaikannya belum bisa dipastikan jumlahnya, karena akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Kami berencana menaikan upah bagi PTT Dinas kebersihan karena mereka mempunya beban kerja yang lenih banyak,” kata Jefri kepada wartawan di Balai Kota Kupang belum lama ini.

Menurutnya, sangat tidak adil kalau pemerintah menyamaratakan upah PTT pada Dinas Kebersihan dengan dinas lain, sebab PTT pada dinas dan setda beban kerjanya sedikit, dan bisa di bilang banyak PTT yang cuma duduk saja. Tetapi kalau PTT pada Dinas Kebersihan, mereka sudah bangun sejak Pukul 03.00 dinihari, dan sudah harus bersiap diri untuk memulai tugas sejak 04.00 dinihari untuk membersihkan jalan dan mengangkut sampah di seluruh penjuru Kota Kupang,

“Jadi segala jerih payah mereka harus dihargai lebih dan tidak bisa disamakan dengan PTT pada dinas yang cuma duduk “nganga” di kantor,” ujarnya.

Selain kenaikan upah, lanjutnya, semua PTT pada Dinas Kebersihan juga akan disertakan sebagai peserta jaminan kesehatan (BPJS) maupun KIS, sehingga mereka bekerja tidak was-was karena jaminan kesehatan mereka juga dijamin pemerintah.

“Kami sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7 sampai 10 juta untuk membiayai jaminan kesehatan semua PTT di Dinas Kebersihan Kota Kupang,” katanya.

 

 

 

Penulis : Nyongki

Baca Juga :  Nasib 602 Tenaga Honorer K2 di Benak Jefri