MORAL POLITIK : Ide dasar pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah berangkat dari analisis kebutuhan, potensi, sampai pada teknologi yang dimiliki pihak investor.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Andreas W. Koreh kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Senin (13/11/2017) petang.

Andre mengatakan, pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan melihat potensi yang dimiliki daerah, juga dengan teknologi yang dimiliki pihak investor.

“Ide dasar pembangunan jembatan ini ialah melihat potensi untuk menjawab kebutuhan. Dengan adanya kebutuhan dan potensi, kebetulan ada pihak investor yang ingin berinvestasi. Dan mereka memiliki teknologi untuk membangun jembatan itu,” katanya.

Menurutnya, NTT adalah provinsi kepulauan. Dengan laut yang begitu luas, diperlukan infrastrukur untuk menghubungkan berbagai pulau. Lalu dengan infrastruktur itu, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk memaksimalkan potensi daerah.

“Saya melihat di Pulau Adonara dan sekitarnya, banyak potensi laut, pariwisata, perkebunan, pertanian, yang belum digerakkan secara maksimal. Jika jembatan itu telah berhasil di bangun, banyak potensi itu bisa digerakkan lebih maksimal,” jelasnya.

Kadis PUPR NTT itu mengatakan, selain potensi-potensi itu, di selat Gonzalu terdapat arus laut yang bisa membangkitkan sumber listrik.

“Ini adalah potensi. Dan kebetulan sekali, ada pihak investor yang ingin berinvestasi. Tentu saja, pihak investor memiliki teknologi untuk pembangunan ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Akhirnya Deky-Paul Divonis Penjara 7 Bulan