Home / News NTT / Jembatan Pancasila Palmerah, Harga Jual Listrik 7,18 Sen Dolar Perkilowat

Jembatan Pancasila Palmerah, Harga Jual Listrik 7,18 Sen Dolar Perkilowat

Andreas W. Koreh di Larantuka. (foto: ist/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Harga jual arus listrik dari investor PT Tidal Bridge kepada pembeli, dalam hal ini PLN diperkirakan sekitar 7,18 dolar perkilowat.

“Harga yang diprediksikan sekitar 7,18 dolar perkilowat. Harga ini sudah cukup murah, karena sebelumnya, pihak penjual meminta harga 16 sen dolar perkilowat,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)) Andreas W. Koreh kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Kota Kupang, Jumat (10/11/2017) Pukul 17.00 WITA.

Andreas menjelaskan, harga awal yang di pasang penjual terlalu besar, sehingga pihak pembeli menolak harga itu.

“Harga tawar penjualan energi listrik pada tahap awal terlalu besar, sehingga pihak pembeli tidak menyetujui. Pihak pembeli mengatakan, mereka akan mendiskusikan lebih lanjut, jika harganya di bawah 10 sen dolar perkilowat. Setelah itu pihak penjual pulang. Mereka akhirnya membahas kembali, melihat potensi, sumber daya yang dimiliki, hingga memutuskan harga sekitar 7,18 sen dolar perkilowat,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, untuk saat ini belum ada kepastian mengenai penjualan energi baru terbarukan itu.

“Kita berharap proses negosiasi berjalan lancar dan cepat. Saya percaya, kalau toh bulan Desember terlalu cepat, masa groundbreaking paling lambat terjadi bulan Januari atau Februari tahun depan. Kita tinggal menunggu kepastian penjualan energi listrik ini,” jelasnya.

Sebuah Ikon Unik

Menurut Andreas, pemasangan turbin listrik yang akan di gantung di bagian bawah Jembatan Pancasila Palmerah sejauh 800 meter, merupakan sebuah ikon unik dan memberikan kebanggaan tersendiri.

“Kalau orang memasang turbin di laut untuk memanfaatkan arus laut sebagai sumber energi, sudah banyak. Atau membuat jembatan membelah selat, juga sudah banyak. Tapi memasang turbin di bawah sebuah jembatan laut, setahu saya tidak terlalu banyak, malah belum ada. Kalau di Belanda itu lain lagi, karena turbin yang di pasang tidak terlalu panjang. Ini bisa dijadikan percontohan untuk wilayah lain,” pungkas dia.

Baca Juga :  Rebut Tiket Calon Wali Kota Kupang dari PKB, 5 Balon Harus Mengikuti Uji Kelayakan...

 

 

 

Penulis : Ambuga
Editor   : Erny

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button