Home / News NTT / Kadis Andreas: NTT Butuh 70 bendungan dan 4000 embung

Kadis Andreas: NTT Butuh 70 bendungan dan 4000 embung

Ilustrasi: Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Andreas W. Koreh sedang memberikan penjelasan kepada Menteri Luhut berkaitan dengan rencana pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah di Larantuka belum lama ini. (foto: ist/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan paling kurang 70 bendungan dan 4.000 embung untuk menanggulangi defisit air.

Hal ini sesuai pernyataan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT Andreas W. Koreh bahwa defisit air tiap tahun di NTT mencapai kurang lebih 1,5 – 1,8 miliar kubik air.

“Defisit air di NTT tiap tahun mencapai 1,5 – 1,8 miliar kubik air. Makanya kita berusaha untuk membangun bendungan dan embung. Sampai sekarang, dengan bendungan dan embung yang ada, kita hanya bisa menampung air sebanyak 58 juta kubik air. Bendungan Tilong hanya bisa menampung 18 juta kubik air. Embung hanya bisa menampung sekitar 15 ribu – 20 ribu kubik air. Untuk itu, kita membutuhkan paling kurang 70 bendungan dan 4000 ribu embung untuk menanggulangi kekurangan air di provinsi ini,” kata Andreas kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Kota Kupang, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, selama ini pemerintah pusat sudah mengalokasikan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun 7 bendungan di NTT.

“Pemerintah pusat telah alokasikan dana untuk membangun 7 bendungan di NTT. Dalam masa kepemimpinan Jokowi, kami telah meminta supaya ditambahkan lagi 3 buah bendungan,” jelasnya.

Menurut penjelasan Andre, proses pembangunan bendungan Raknamo untuk saat ini sudah mencapai 98-99%.

“Bendungan Raknamo akan menampung sebanyak 14 juta kubik air, dan akan mengairi lahan sekitar 1250 hektar. Bendungan Rotiklot di kabupaten Belu akan menampung 6 juta kubik air dan mengairi lahan seluas 500 hektar,” ungkapnya.

Bendungan terbesar yang akan dibangun, lanjutnya, adalah bendungan Temef di Timor Tengah Selatan (TTS), dan akan menampung sekitar 77 juta kubik air dan mengairi lahan seluas 500 hektar.

Baca Juga :  Hari Bakti PU, Kadis Andreas Ikut Sumbang Darah

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button