MORAL-POLITIK.COM: Pada bulan Juli lalu, Lembaga Populi Center melakukan survei terhadap 800 responden di Provinsi NTT dengan margin of error +/-3.39% terhadap tingkat popularitas dan elektabilitas para Kandidat Calon Gubernur NTT.

Sebagaiman diberitakan Tribunnews.com edisi 4 September 2017, survei pada 21-29 Juli 2017 itu menggunakan metode wawancara tatap muka yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) di 80 kelurahan/desa di 22 kabupaten/kota se-NTT pada tingkat kepercayaan 95,0%.

Peneliti Populi Center, Nona Evita menyampaikan temuan menarik dari hasil survei. Pertama, Esthon Foenay menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas calon gubernur (cagub), baik elektabilitas top of mind maupun elektabilitas tertutup sejumlah tokoh.

Elektabilitas Esthon 20,3 persen disusul Benny K Harman (12.4 persen), Ibrahim A Medah (11.9 persen), Chris Rotok (9,9 persen), Raymundus Fernandes (8,5 persen), Marianus Sae (4.5 persen), Lusia Lebu Raya (3,0 persen), Ayub Titu Eki (3,0 persen) dan Melki Laka Lena (2,1 persen).

Dalam survei itu, terlihat bahwa nama Marianus Sae berada di bawah cukup jauh dari beberapa kandidat. Namun hal ini agak berbeda dengan hasil penelitian dari LPP UI.

Dalam seminar yang digelar oleh Lembaga  Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) bertajuk “Mencari Kandidat Gubernur Terbaik NTT”, Minggu (26/11/2017) di Hotel NEO, kota Kupang, nama Marianus Sae muncul sebagai kandidat Gubernur terbaik.

Sebanyak  302 orang pakar NTT berpartisipasi dan memberikan penilaiannya terhadap kandidat dalam survei ini. Dalam rilis survei yang dimoderatori oleh Dr. Rufus Patty Wutun (Akademisi Undana) ini,  turut hadir tiga orang pembahas, yaitu Prof. Dr. Hamdi Muluk (Ketua LPP UI),  Dr. David B.W Pandie (akademisi Undana) dan Michael Rajamuda Bataona (pengamat politik).

Baca Juga :  Dua RT Belum Dijangkau Pipa PDAM, Lurah Maulafa Meradang

“Survei ini adalah bentuk partisipasi publik yang rutin dilakukan oleh lembaga yang saya pimpin. Tujuannya agar tercipta iklim seleksi kepemimpinan yang lebih baik dan mendorong Parpol agar dapat mencalonkan kandidat-kandidat terbaik di Pilgub demi kemajuan provinisi NTT” ungkap Prof Hamdi Muluk.

Lebih lanjut dia menambahkan, survei ini juga bertujuan agar masyarakat lebih memahami kualitas pemimpin yang akan dipilih, supaya tidak seperti beli kucing dalam karung.

“Jangan seperti selama ini, hanya terpaku pada popularitas dan elektabilitas calon” ungkapnya.