Home / Populer / Kisah penyewaan Bedeng untuk Prostitusi Tanah Abang…

Kisah penyewaan Bedeng untuk Prostitusi Tanah Abang…

Kereta listrik (KRL) melintas di samping deretan bangunan liar di sepanjang tepi Sungai Ciliwung, Jalan Tenaga Listrik, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017). Gubuk liar kembali berdiri di sepanjang Sungai Ciliwung akibat kurangnya pengawasan dari Pemprov DKI Jakarta.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Bedeng-bedeng dan tenda-tenda yang didirikan di sepanjang jalan inspeksi menuju Tanah Abang, Jakarta Pusat, ternyata tak hanya digunakan sebagai tempat tinggal.

Camat Tanah Abang Dedi Arif Darsono mengatakan, para penghuni ternyata menyewakan bedeng-bedeng tersebut sebagai tempat prostitusi.

“Mereka itu sewain bedeng Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per malam untuk kegiatan prostitusi,” kata Dedi ketika ditemui Kompas.com di Kantor Kecamatan Tanah Abang, Senin (6/11/2017).

Ia mengatakan, kegiatan prostitusi di kawasan yang kerap disebut “Disko Bongkaran” itu tergolong murah. “Kalau nyewa perempuan penghibur paling Rp 50.000, ada bencongnya juga,” katanya.

Baca juga: Siang Bedeng, Malam Jadi Disko Bongkaran di Jalan Tenaga Listrik

Selain untuk kegiatan prostitusi, ada juga penghuni yang memanfaatkannya sebagai warung minuman keras atau tempat menyimpan barang.

“Kawasan itu makin ditertibkan makin gila. Soalnya enggak buat tempat tinggal. Tapi disewain juga masalahnya,” tuturnya.

Belakangan ini jalan inspeksi menuju Tanah Abang, tepatnya di Jalan Tenaga Listrik yang letaknya di sisi Kanal Banjir Barat (KBB), menjadi sorotan. Di lokasi tersebut berdiri puluhan bangunan semipermanen.

Baca Juga :  Malaysia diterpa banjir mengerikan, 23.000 orang mengungsi

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button