Home / Opini / Kolom Eko Kuntadhi: DILARANG MENGUTIP TERE LIYE

Kolom Eko Kuntadhi: DILARANG MENGUTIP TERE LIYE

FOTO HEADER: Kathrine Kaif.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Hahahahahaha… Tere Liye marah-marah. Karena ada orang menampilkan foto selfie, di bawah fotonya ditulis kutipan darinya.

Meski tetap dicantumkan nama penulisnya, dia tetap marah.

Kenapa dia marah? Saya tidak tahu. Saya baru tahu ada penulis yang marah ketika kata-katanya dikutip, dengan dicantumkan sumbernya. Ini baru pertama saya alami.

Apakah orang-orang itu harus membayar royalti kepada Darwis saat memanfaatkan kutipannya? Mungkin juga. Oh iya, nama aslinya Darwis, tapi dia menggunakan nama Tere Liye? Tere Liye sendiri diambil dari nama pena sebuah film India. Orang India, slow aja …

Menulis di media sosial itu, seperti menawarkan pikiran. Tidak ada yang membayar Anda menulis. Tidak juga ada yang memerintahkan. Tidak juga ada yang melarang. Setiap tulisan, merupakan pijakan ide bagi lahirnya tulisan lain. Jadi, sebetulnya penulis, sehebat apapun, tidak ada yang benar-benar orisinil. Dia mendapatkan ide, pasti dari membaca atau mengamati karya-karya orang lain.

Jadi, betapa sombongnya seorang penulis, apalagi menulis di media sosial, ketika orang lain sama sekali tidak boleh mengutip kata-katanya. Betapa angkuhnya dia, seolah dia mendapat illham semua tulisannya langsung dari langit, tanpa ada proses pergelutan dengan karya-karya orang lain.

Meminta orang menyertakan sumber tulisan boleh saja. Tapi meminta orang lain sama sekali tidak boleh mengutip omongannya, adalah kesombongan yang absurd.

Mendingan gak usah dipublikasi kalau kuatir tulisannya itu dipakai orang lain. Tulis saja dibuku diary, lalu digembok. Nikmati sendiri tulisan itu.

Baca Juga :  4000 Undangan Untuk Pesta Judika & Duma

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button