Home / News NTT / Kreatifitas Anak NTT di tangan pemerintah yang tak acuh

Kreatifitas Anak NTT di tangan pemerintah yang tak acuh

Kapal laut dari lintingan koran bekas hasil karya Yohanes Sedu Dore. (foto: ambuga/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Selain potensi alamnya yang besar, kreatifitas anak NTT pun cukup banyak, dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

Yohanes Sedu Dore, pria Flores Timur berdomisili di Jl. Soedirman, RT 6, RW 01, Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende ini, kelahiran Surabaya 12 Oktober 1981, adalah satu dari sedikit orang yang menggeluti dunia kreasi, dalam hal ini pengolahan koran bekas menjadi barang-barang bernilai seni.

Dengan bermodalkan kreatifitas dan koran bekas, berbagai barang-barang seni telah dihasilkannya, seperti kapal laut, becak, kotak tisu, tracktor, dump track, rumah adat, tas, dan berbagai barang seni lainnya.

Melalui sambungan telepon pada Minggu (12/11/2017), Sedu menjelaskan kepada moral-politik.com perihal berbagai barang seni yang dihasilkannya, tentu saja melalui perenungan, totalitas, dan daya imajinasi yang tinggi. Namun hal yang paling memeras keringat, adalah proses awal pengerjaan.

“Pada tahap awal pengerjaan, kita harus melinting koran bekas, menjadikannya padat sesuai kebutuhan kita. Proses ini cukup sulit dan memeras banyak keringat, karena proses pengerjaannya masih manual,” jelasnya.

Alat yang dipakai adalah sebuah seterika kayu buatannya sendiri, dan sebuah kaca sebagai alas. Di atas kaca itulah, dia melinting koran bekas itu menjadi padat menggunakan seterika kayu tersebut.

Hal ini, menurutnya, membutuhkan ketekunan dan totalitas, karena jika bekerja dari pukul 08.00 pagi sampai sore, dia baru bisa mendapatkan 300-an lintingan.

“Sedangkan untuk membuat sebuah kapal berukuran kecil, dibutuhkan sekitar 350 lintingan koran bekas. Untuk kapal ukuran besar, dibutuhkan sekitar 800-an lintingan. Kotak tisu sekitar 100-an lintingan,” katanya.

Baca Juga :  "Libby Ratuarat Mencari Format Dukungan Program dari Ketua Sinode GMIT Kupang"

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button