Home / News NTT / Leny Mansopu: Biarkan diri dan orang lain miskin itu dosa

Leny Mansopu: Biarkan diri dan orang lain miskin itu dosa

Pendeta Leny Mansopu. (foto: ambuga/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Tingkat kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup tinggi.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, tingkat kemiskinan di NTT menempati urutan ke-3 secara Nasional.

Hal ini membuat banyak pihak harus mengeluarkan suara, tidak hanya oleh ekonom seperti James Adam, namun juga dari pihak gereja.

Pendeta Leny Mansopu ketika ditemui moral-politik.com di Kota Kupang, Senin (20/11/2017), memberikan pendapat terhadap realita kemiskinan di Provinsi Seribu Pulau ini.

Menurutnya, ada berbagai analisis atas penyebab kemiskinan ini, misalnya sumber daya alam dan manusia yang terbatas, kesempatan kerja yang minim, adat istiadat yang membentuk pola hidup masyarakat yang konsumtif, juga yang tak dapat diabaikan, adalah pengaruh karakter umum yang menerima hidup apa adanya, bekerja hanya untuk makan sehari, atau sikap apatis dengan masa depan.

Terkait kasus kemiskinan ini pula, ada orang malah merasa agama dan Alkitab mengajarkan orang untuk menerima hidup apa adanya ataupun lebih memperjuangkan hidup di sorga, ketimbang memperjuangkan hidup di muka bumi ini. Akibatnya, orang lebih memilih menghabiskan waktunya untuk berdoa ketimbang bekerja, atau ada pola pikir yang sangat berharap terhadap belas kasih Allah.

“Itu tidak benar,” kata Pendeta Leny, serius. “Agama, lebih-lebih Alkitab tidak pernah mengajarkan orang berpasrah dan tidak bekerja. Itu adalah pemahaman yang salah pada isi Alkitab,” tambah Pendeta Leny.

Menurut dia, ada sebuah teks Alkitab yang sering disalahartikan, yaitu Lukas 18: 25 yang berbunyi “Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam kerjaan Allah”.

“Teks ini kadang disalahartikan, dengan tafsiran sebagai larangan menjadi kaya atau memiliki kekayaan. Padahal maknanya adalah kekayaan tidak boleh meniadakan kasih. Maknanya adalah orang kaya harus terpanggil untuk membantu orang miskin, agar jangan ada orang miskin di antara kita. Artinya Allah tidak menghendaki adanya manusia yang miskin,” jelasnya.

Baca Juga :  Jonas siapkan dana sertifikasi lahan sirkuit balap

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button