Home / News NTT / Lurah Ricardo Therik Wujudkan Impian Jefri-Herman

Lurah Ricardo Therik Wujudkan Impian Jefri-Herman

Ricardo Therik. (foto: ambuga/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Sebagai Lurah Fatululi, Ricardo Therik terlihat cukup berhasil mewujudkan impian plus visi misi Walikota dan Wakil Walikota Kupang Jefri Riwu Kore, dan Herman Man.

Apa yang menjadi janji kampanye Jefri-Herman selama masa kampanye, yang kemudian menjadi visi misi mereka menjadikan Kota Kupang Kota Hijau, sedikit banyak telah direalisasikan Lurah Therik dalam pengabdiannya sebagai Lurah Fatululi.

Lurah Therik telah berusaha memotivasi sekaligus memberikan contoh kepada warga Fatululi, semisal menanam pohon Flamboyan di rumah warga ataupun di tepi jalan raya.

“Sebagai bukti loyalitas terhadap pimpinan, saya sudah dari dulu mengajak sekaligus memberi contoh kepada masyarakat, terkhusus masyarakat Fatululi untuk menanam pohon Flamboyan. Selain sebagai bukti loyalitas terhadap impian pimpinan, menanam pohon Flamboyan bisa menyelamatkan Kota Kupang dari kegersangan,” katanya kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Rabu (22/11/2017).

Menurutnya, kegiatan penanaman pohon Flamboyan memiliki nilai-nilai filosofis. Nilai filosofis itu bisa berupa kedekatan emosional dan kedekatan rohani.

“Menanam pohon Flamboyan itu memiliki nilai filosofis,” katanya. “Nilai pertama yang timbul adalah kedekatan emosional, yang kedua adalah kedekatan rohani.”

Kedekatan emosional, jelasnya, bisa terjadi karena masyarakat pada akhirnya merasa bahwa penanaman pohon Flamboyan ini merupakan sebuah komitmen antara beberapa orang untuk jadikan kehidupan menjadi lebih baik.

Pohon Flamboyan di Jl. Nangka, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang. (foto: erny/moral-politik.com)

 

“Makanya dalam setiap acara, entah pernikahan dan lain-lain, saya selalu katakan kepada masyarakat untuk menanam pohon. Sudah banyak pengantin baru yang saya sumbangkan pohon Flamboyan sebagai kado pernikahan mereka untuk nanti di tanam. Dengan memberikan mereka kado pohon Flamboyan, juga jika nanti di tanam, bisa menjadi pengingat, bahwa mereka memulai sebuah kehidupan bersamaan dengan penanaman pohon Flamboyan. Itu bisa menjadi perekat bagi hubungan mereka,” jelasnya.

Baca Juga :  RDP Pemkot Kupang dengan DPRD soal pelayanan Dispendukcapil

Nilai kedua, jelasnya, adalah kedekatan rohani. Melihat bunga pohon Flamboyan di hari-hari raya keagamaan bisa mendekatkan dan ‘menyejukkan’ hati warga.

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button