MORAL POLITIK : Tindakan kurang sopan berupa bentakan yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada Wakil Walikota Kupang Herman Man, menuai komentar dari banyak pihak.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang Marianus Kleden, ketika ditemui moral-politik.com di Kota Kupang, Minggu (12/11/2017) mengatakan, ASN yang melakukan perbuatan tak senonoh itu bisa diberlakukan sangsi birokrasi, misalnya tidak diberikan ‘job’ dalam birokrasi.

“Aksi yang dilakukan ASN itu tidak sopan dan bisa ‘dinonjobkan’. Saya belum menemukan di tempat lain, di mana seorang ASN bisa membentak seorang Wakil Walikota seperti di Kota Kupang ini. Kalau toh ada hal yang perlu disampaikan, ada cara lain yang lebih bermartabat,” kata Marianus.

Menurutnya, ada latihan-latihan pendidikan yang harusnya diberikan kepada ASN, salah satunya etika birokrasi.

“Pendidikan birokrasi perlu diberikan kepada ASN. Dan saya menilai, hierarki dalam birokrasi kurang lebih sama dengan sistem hierarki militer, dimana atasan harus di hargai. Aksi ASN ini sudah melanggar etika birokrasi,” tegas Marianus.

Selain tidak diberikan ‘job’, menurutnya, hukum administrasi pasti diberlakukan.

“Bisa jadi, Baperjaket memberikan penilaian dan sangsi kepada ASN itu. Mereka tidak akan naik pangkat, karena dalam mempromosikan seseorang, ada penilaian terhadap etika,” jelasnya.

Baca Juga :  Zeyto Ratuarat: Pemkot Kupang Siapkan Sirkuit Balap