Home / Sastra / Mengapa Anda harus membaca Taiko?

Mengapa Anda harus membaca Taiko?

Bagikan Halaman ini

Share Button

Oleh: Kopong Bunga Lamawuran *)

MORAL POLITIK : Awal perjumpaan saya dengan karya sastra tidak secara pasti saya ingat.

Jika ukurannya adalah kita bisa menangis sewaktu membaca sebuah karya sedih, saya kira saya sudah mengenal dunia ini sewaktu masih sekolah dasar, ketika untuk pertama kalinya saya membaca Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Namun jika ukurannya adalah ketika seorang anak bisa mengobsesikan diri, mengidentikan diri, sekaligus belajar dari seorang tokoh yang dibacanya dalam sebuah cerita, maka saya mengenal dunia ini sewaktu SMP, ketika untuk pertama kalinya saya membaca Taiko karya Eiji Yoshikawa.

Awal perjumpaan saya dengan novel itu bukanlah di sebuah tokoh buku. Waktu itu di daerah saya tidak ada tokoh buku (sampai sekarang), dan saya beruntung karena gereja paroki kami menyiapkan sebuah perpustakaan mini. Di gereja itulah saya membaca novel sejarah itu, dan untuk beberapa tahun ke depan, ingatan saya kepada novel itu, juga tokoh-tokohnya, terasa kental di kepala. Dan untuk menjawab judul di atas, sebenarnya tidaklah gampang. Saya tidak bisa dengan begitu saja meyakinkan orang hanya dengan sepenggal perjumpaan di atas.

Maka biarlah diceritakan sedikit isi novel itu beserta tokoh utamanya. Tentu saja, tokoh yang paling saya sukai dalam novel itu adalah Hideyoshi, manusia berwajah monyet, anak kelas paling melarat, pembawa sandal raja, yang kemudian bisa menjadi seorang Taiko, sang Penguasa Tunggal negeri Matahari Terbit. Setelah melewati masa Akil Balik, dia mulai bekerja. Dan sewaktu dia dipecat majikannya karena bersekongkol dengan perampok yang datang merampok majikannya, dia akhirnya dipulangkan dengan membawa upah setakar garam. Garam itu hanya bisa ditaruh di pekarangan rumah, dan berharap ibunya bisa menggunakan garam itu untuk keperluan hidup mereka. Dia telah berjanji pada ibunya, bahwa dia tidak akan berjumpa dengan perempuan itu jika dia belum sukses. Dia melakukan ini, untuk menepati janji hatinya. Jika dikaitkan dengan judul di atas, apakah ini menjadi alasan mengapa Anda harus membaca novel ini?

Baca Juga :  Puisi: Andai kuberi kau setangkai Flamboyan

Saya kira bukan. Setelah dipecat, dia berkelana tanpa tujuan yang jelas. Di mana dia bekerja? Apa yang dia makan? Di mana dia tidur? Dia bekerja apa saja, di mana saja. Dia makan apa saja yang bisa dimakan. Dia tidur di bawah kolong langit. Suatu waktu, dia berjualan jarum. Keren, bagi saya. Jualan jarum! Tapi yang lebih keren, adalah ketika sedang berjualan jarum itulah, dia gunakan kesempatan untuk mempelajari situasi sosial budaya politik negerinya. Ini keren, karena rupanya jualan jarum bukan tujuan utamanya. Ada hal-hal besar yang sedang dipelajarinya, dan itu sewaktu dia jualan jarum. Pembaca yang tidak melihat kekerenan dari situasi ini patut dipertanyakan tingkat empatinya sebagai manusia. Jadi, apakah kekerenan ini menjadi alasan utama mengapa Anda harus membaca novel ini. Saya kira, bukan!

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button