MORAL-POLITIK.COM: Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk daerah tropis kering, dengan curah hujan rata-rata 1,200 mm/tahun.

Selama kurang lebih 8 bulan NTT mengalami musim kering, dan baru pada bulan Desember, hujan turun sampai pada sekitaran bulan Maret.

Selama musim kering itu, debit sumber air mengalami penurunan drastis, mengakibatkan usaha pertanian yang digalakkan petani mengalami kemerosotan. Selain itu, musim kering yang panjang itu juga berdampak pada menurunnya pasokan air minum bagi masyarakat perkotaan dan pedesaan.

Melihat kondisi di NTT seperti ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam masa kepemimpinannya, melalui APBN telah berusaha membangun 7 buah bendungan di wilayah NTT, salah satunya Bendungan Raknamo.

Bendungan Raknamo berada di wilayah Dusun IV (Dusun Oepoi), Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT.

Bendungan ini akan menampung sebanyak 14 juta kubik air, dan akan mengairi lahan sekitar 1.250 hektar.

Tentu dalam berbagai pembangunan, tindakan pemeliharaan dan penjagaan menjadi satu kegiatan penting. Salah satunya ialah dengan menanam pohon di sekitaran bendungan.

Berdasarkan alasan itu, juga sebagai kegiatan menyongsong Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) yang jatuh pada 3 Desember nanti, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadilmujono melakukan penanaman pohon di Bendungan Raknamo, Rabu (28/11/2017).

“Upaya penanaman pohon ini dilakukan di semua provinsi. Tahun ini saya mengunjungi NTT, dan pada saat bersamaan pula, para pejabat lain menanam pohon di provinsinya masing-masing,” kata Basuki dalam sambutannya.

Kegiatan penanaman pohon ini, lanjutnya, tidak hanya dilakukan di wilayah bendungan.

“Tidak hanya di bendungan,” katanya. “Di jalan-jalan tol juga kita tanami pohon.”

Menyambung apa yang pernah disampaikan oleh Kadis PUPR NTT Andreas W. Koreh bahwa NTT butuh 70 bendungan dan 4000 embung, Basuki juga mengiyakan bahwa NTT adalah wilayah yang kering dan kekurangan air, hingga bendungan dan embung harus di bangun sebanyak mungkin.

Baca Juga :  Kadis Bruno Kupok pulangkan "93 TKI" asal Kabupaten Malaka