Home / Populer / Menteri Sumadi: Pemerintah Tidak akan Menjual Bandara Soekarno-Hatta

Menteri Sumadi: Pemerintah Tidak akan Menjual Bandara Soekarno-Hatta

KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA -- Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan domestik Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (20/6/2017).

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menegaskan, pemerintah tidak akan menjual Bandara Soekarno-Hatta seperti yang belakangan ramai diviralkan di sejumlah media sosial.

Menurutnya, pemerintah hanya melakukan kerja sama dengan pihak swasta untuk mengembangkan bandara tersebut.

“Jelas, kami tidak ada niat menjual Bandara Soetta. Sebenarnya, apa yang kami lakukan malah lebih banyak melakukan kerja sama dengan pihak swasta,” kata Budi Karya di Jakarta seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (17/11/2017).

Budi menambahkan, pemerintah memang sedang gencar mengembangkan infrastruktur transportasi seperti bandar udara dan pelabuhan laut.

Salah satu caranya adalah mengajak pihak swasta untuk membangun dan mengelola bandara maupun pelabuhan.

Mengingat keuangan negara yang terbatas, maka pemerintah mengajak swasta untuk membangun dan mengelola bandar udara dan pelabuhan laut yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Budi mengatakan, pola kemitraan pengelolaan infrastruktur transportasi dan pemanfaatan aset negara dengan BUMN/swasta melalui skema kerja sama pengelolaan atau konsesi merupakan kebijakan dalam upaya menciptakan daya saing layanan publik dan solutif dalam menyikapi keterbatasan dana APBN.

Selain itu juga untuk efisiensi dan efektivitas pemerintahan untuk mendorong pelayanan publik yang optimal.

Menurut Budi, tersedianya alternatif solusi pengelolaan infrastruktur transportasi tersebut diharapkan dapat diperoleh berbagai sumber pembiayaan pelaksanaan penyediaan infrastruktur lebih cepat, berkurangnya beban APBN dan risiko pemerintah.

“Selain itu infrastruktur yang dapat disediakan semakin banyak, kinerja layanan masyarakat semakin baik, akuntabilitas dapat lebih ditingkatkan dan pihak swasta menyumbangkan modal, teknologi, dan kemampuan manajerial,” katanya.

Keterbatasan APBN juga mendorong pemerintah mencari sumber pembiayaan inovatif. Salah satunya melalui kemitraan pemerintah dan swasta.

Baca Juga :  Akhirnya Bareskrim bekuk penyebar 'hoax' perintah Kapolri

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button