MORAL POLITIK : Pesta syukuran peresmian rumah kos-kosan milik seorang warga di Kelurahan Penfui, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berujung keributan.

Tamu undangan acara peresmian kos-kosan berlantai dua milik Kalvin Kleden itu didatangkan dari Kabupaten Flores Timur, terlibat saling serang dengan warga dan pemuda setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun sejumlah rumah warga yang berada di sekitar tempat pesta mengalami rusak pada bagian kaca pintu dan jendela.

Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Christian Nugroho mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan 150 personel polisi untuk mengamankan 150 orang tamu undangan laki-laki.

Sedangkan lanjut Anthon, sebanyak 100 lebih perempuan langsung dipulangkan ke Kabupaten Flores Timur, menggunakan kapal melalui Dermaga Bolok Kupang.

“Keributan antara tamu undangan dan pemuda setempat diduga akibat mabuk minuman keras dan salam paham,” kata Anthon kepada sejumlah wartawan, Minggu (5/11/2017).

Guna mengantisipasi keributan lanjutan kata Anthon, ratusan tamu undangan diamankan sementara di Markas Polres Kupang Kota.

Saat ini lanjut Anthon, polisi sudah mengamankan sejumlah sepeda motor dan botol bekas minuman keras.

Polisi juga telah meminta keterangan dari pemilik kos-kosan terkait mobilisasi massa dalam jumlah yang banyak dari luar Kota Kupang, untuk menghadiri pesta syukuran, tanpa koordinasi dengan pihak kelurahan dan polisi.

Baca Juga :  Walikota Jonas ungkap pemerintah berikan uang bencana