MORAL POLITIK : Perjuangan para pahlawan secara kolektif telah melahirkan sebuah bangsa yang merdeka dan kedudukannya sederajad dengan bangsa lain di dunia.

“Inilah semangat juang yang tetap berdiri di atas cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI) 1945,” kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat membacakan sambutan Menteri Sosial (Mensos) RI Kofifah Indar Parawansa.

Sambutan Menteri Sosial itu dibacakan Gubernur Frans selaku Inspektur Upacara (Irup) pada upacara pengibaran bendera Merah Putih memperingati Hari Pahlawan ke-72 tahun 2017 tingkat Provinsi NTT di Alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, Kota Kupang, Jumat (10/11/2017).

Untuk mengenang kembali semangat juang para pahlawan, kata Frans mengutip sambutan Menteri Kofifah, setiap 10 November, seluruh warga Indonesia memperingati hari Pahlawan dan Perintis Kemerdekaan Indonesia. Para pahlawan dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif, telah melahirkan sebuah negara yang merdeka dan juga sebuah negara yang sederajat dengan bangsa lain di seluruh dunia.

Para pendiri bangsa menyampaikan pesan untuk rakyat Indonesia. Pesan itu, kata Mensos Kofifah, yaitu setelah kemerdekaan diraih dan pada tahapan bernegara selanjutnya, harus bersatu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara yang berdaulat, adil dan makmur.

Atas dasar pesan fundamental itulah maka peringatan hari Pahlawan tahun ini mengusung tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri.” Gambaran dari tema tersebut, apabila seluruh rakyat Indonesia mampu bersatu sebagai bangsa, tentu dapat maju bersama dan mendistribusikan berkas kemerdekaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut Mensos Kofifah, hari Pahlawan yang diperingati tahun ini, didasarkan atas peristiwa terhebat dalam riwayat dekolonisasi dunia, yakni peristiwa pertempuran 10 November 1945, di Surabaya. Sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia Internasional, betapa bersatunya rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama dan berbagai bentuk partikularisme golongan, berlebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga :  Partai Golkar NTT rayakan HUT ke-53, bikin apa saja?