Home / News NTT / RDP insiden ASN vs Herman di skorsing Yeskiel Loudoe…

RDP insiden ASN vs Herman di skorsing Yeskiel Loudoe…

Ilustrasi kantor DPRD Kota Kupang. (foto: kupang.tribunnews.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai insiden di ruangan Wakil Walikota (Wawali) Kupang, Hermanus Man, pada tanggal 2 November kemarin harus di skorsing.

Hal tersebut disebabkan ketidakhadiran Wawali Kupang Hermanus Man.

Sejumlah Anggota DPRD Kota dalam RDP Gabungan Komisi berpendapat bahwa seharusnya Hermanus Man, yang mengalami langsung insiden tersebut hadir, agar bisa memberikan penjelasan secara mendetail mengenai insiden tersebut.

Pantauan media ini, pihak Pemerintah Kota Kupang sudah diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Asisten I bidang pemerintahan Yos Rara Beka, Kepala BKD Kota Kupang Daud Djira, Kabag Hukum Setda Kota Kupang Alan Girsang, dan Kasat Pol PP Thomas Dagang.

Namun begitu sidang di buka Ketua DPRD Yesiel Loudoe, dilanjutkan dengan pemberian kesempatan kepada pihak Pemkot untuk memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut, para Anggota DPRD langsung memberikan interupsi dan menyatakan sidang tak bisa dilanjutkan dengan pertimbangan, ketidakhadiran Wawali serta ketentuan yang diatur dalam Tata Tertib (Tatib).

Zeyto Ratuarat

Zeyto Ratuarat misalnya, mengatakan RDP tersebut tanpa dihadiri Wawali yang mengalami langsung insiden itu dinilainya tidak tepat, apalagi memberikan kewenangan itu kepada Sekda. Menurutnya, itu hal yang tidak tepat.

“Kalau hanya diwakili oleh Sekda, saya rasa tidak pas. Kalau kedua bela pihak tidak hadir, apa yang mau kita bicarakan, kalau kedua belah pihak ini tidak hadir, sebaiknya rapat kita scors sembari melakukan koordinasi,” ujarnya.

Jhon G.F. Seran

Sementara Jhon G.F. Seran mengatakan, jika merujuk pada aturan, maka rapat tersebut tidak dapat dilanjutkan. Sebab, telah menyalahi tatib. Dimana, sudah digariskan bahwa apabila digelarnya rapat Gabungan Komisi maka Walikota atau Wawali harus hadir tanpa diwakili.

Baca Juga :  Ironi Sebuah Ranperda Pengabuan Jenazah dari Pemkot Kupang

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button