Home / News NTT / Stok Darah PMI Sikka tak sesuai permintaan…

Stok Darah PMI Sikka tak sesuai permintaan…

Jeane Wahani. (foto: angga lispro/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Permintaan darah setiap hari terus meningkat, tetapi tidak dibarengi jumlah pendonor. Akibatnya stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka sangat terbatas.

Penanggung jawab teknis pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Sikka Jeane Wahani mengatakan, persedian darah saat ini di PMI sangat kurang, karena kebutuhan dengan persedian tidak seimbang.

Untuk menjawab kekurangan darah, kata Jeane, PMI terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaatnya donor darah tersebut. Ketika sudah memberikan pemahaman pentingnya donor darah, mereka akan terpacuh untuk mendonorkan darahnya.

Jeane menambahkan, selain kegiatan PMI, ada juga kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh lembaga organisasi masyarakat yang bekerja sama dengan PMI, bentuk kegiatan pasti donor darah.

“Biasa kita turun ke lapangan, kita selalu sampaikan kepada masyarakat, jangan melakukan kegiatan donor darah pada saat hari ulang tahun lembaganya, tetapi kalau bisa tiga bulan sekali donornya, karena kebutuhan darah oleh pasien di rumah sakit itu setiap harinya,” ucapnya kepada moral-politik.com di Desa Paubekor, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Sabtu (18/11/17).

Jeane Wahani berharap organisasi atau lembaga yang ada, bisa melakukan kegiatan donor darah secara rutin atau tiap tiga bulan sekali. Kalau rutin kegiatan donor darah tiga bulan sekali, otomatis stok darah itu akan selalu ada.

Dia juga menjelaskan, kebutuhan darah untuk satu pasien yang membutuhkan darah rata-rata dua kantong darah. Kalau satu hari lima pasien membutuhkan darah, baik kalau stok darah masih ada, kalau tidak ada bagaimana jadinya nanti?

“Saya minta masyarakat agar bisa dengan sukarela untuk bisa mendonorkan darahnya, karena dengan mendonorkan darah, kita sudah menyelamatkan nyawa orang lain,” harapnya di bibir bincang-bincang.

Baca Juga :  38 Ribu Warga Kota Kupang belum dapat Jaminan Kesehatan

 

 

 

Penulis : Angga Lispro

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button