MORAL-POLITIK.COM:  Survei untuk menentukan popularitas dan elektabilitas para calon Kandidat Gubernur NTT 2018 pernah dilakukan Lembaga Populli Center, dan survei untuk menentukan Kompetensi dan Karakter diri oleh pakar LPP UI.

Hasil survei kedua lembaga itu berbeda sebagaimana diberitakan moral-politik.com edisi 25/11/2017.

Terkait elektabilitas dan popularitas para kandidat Gubernur NTT, Frans Kape memiliki pandangan tersendiri.

Menurutnya, popularitas adalah persepsi publik terhadap satu paket atau kandidat. Persepsi publik ini hanya sekedar menyatakan bahwa paket atau kandidat ini ‘baik’.

“Popularitas itu hanyalah persepsi publik yang menyatakan bahwa satu paket itu baik. Sedangkan elektabilitas ialah suatu pengakuan publik bahwa satu paket atau kandidat layak untuk memimpin,” katanya kepada moral-politik.com di Kota Kupang akhir pekan lalu.

Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara popularitas dan elektabilitas.

“Kalau popularitas itu hanya sekedar persepsi publik. Namun elektabilitas ialah pengakuan publik terhadap sebuah paket atau kandidat,” jelasnya.

Popularitas, lanjutnya, sebetulnya menggambarkan sebuah kemampuan semu, dan jika tidak ada terobosan dalam diri sang kandidat, popularitas itu perlahan-lahan akan memudar.

“Berbeda dengan elektabilitas. Elektabilitas ialah pengakuan publik atas seorang kandidat atau paket, tentu saja berpatokan pada kinerja kerja dari calon kandidat. Maka paket atau kandidat dengan tingkat elektabilitas tertinggi memiliki peluang besar untuk menang dalam pemilihan nanti,” katanya.

 

 

 
Penulis : Ambuga
Editor   : Erny

Baca Juga :  Daniel Hurek : PKB pasti dukung Mitak-Ataupah !