Yohanes Tolan Parhi. (foto: ambuga/moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM : Pulau Adonara, atau oleh Ernst Vater disebut Pulau Para Pembunuh, akan terhubung dengan Daratan Flores jika Jembatan Pancasila Palmerah dibangun.

Tentu saja ada banyak dampak yang bermunculan seiringan dengan berdirinya jembatan laut sepanjang 800 meter lebih itu.

Kepada Moral-politik.com, Jumat (17/11/2017) sian, Yohanes Tolan Parhi menuturkan dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan jembatan laut itu, adalah sesuatu yang wajar dalam pembangunan.

“Tentu saja banyak dampak yang timbul,” kata pria kelahiran Watoone, 2 Februari 1972 itu.

“Dampak yang paling besar, tentu saja hal-hal positif yang dialami masyarakat Flotim, khususnya masyarakat Pulau Adonara,” sambung dia.

Dampak positif, menurut Tolan Parhi, akan sangat dirasakan masyarakat Adonara, karena akses jalan darat ke Larantuka telah dibuka. Demikianlah, jika nanti ada pedagang ataupun petani yang mau menjual hasil kebunnya di Larantuka, dia tidak perlu menggunakan motor laut lagi.

“Pulau Adonara, lebih khusus wilayah Adonara Barat, Koli, dan Klubagolit, adalah wilayah yang subur. Banyak hasil kebun berupa sayur-sayuran, kelapa, kopi, dan lain-lain yang melimpah. Dengan berdirinya jembatan itu, akses ke Larantuka untuk memasarkan hasil kebunnya, dipermudah,” kata Tolan.

Dari sisi pengaruh budaya, Tolan menilai tidak akan terjadi pergeseran yang drastis. Masyarakat Pulau Adonara dan Larantuka masih dalam satu atap budaya, yakni Lamaholot.

“Dari sisi budaya, pergeserannya tidak akan terlalu besar. Kita memiliki budaya yang sama, dan jembatan itu justru memudahkan kita untuk berkomunikasi secara tatap muka. Kecuali, jika ada budaya dari luar yang masuk. Ini perlu disikapi dengan bijak, baik pemerintah maupun masyarakat,” jelas Tolan.

Selain berdampak pada arus lalu lintas berdagangnya para petani, lanjut guru yang mengabdi di Sekolah Dasar Inpres Pledo itu, jembatan itu juga berdampak pada pemanfaatan arus Gonsalu sebagai sumber tenaga listrik. Dia sangat mengapresiasi capaian ini, karena tentu saja kebutuhan akan listrik bagi masyarakat sekarang sangat besar.

“Ini perlu diapresiasi,” kata Tolan berbangga.

“Arus Gonsalu sebagai sumber tenaga listrik akan membantu kita, karena kebutuhan akan listrik pada zaman ini sangatlah besar. Jika kita memakai cahaya matahari sebagai sumber tenaga listrik, ada kemungkinan tenaganya berkurang, mungkin saja karena mendung. Tapi ini adalah arus laut, yang pastinya tetap stabil,” sambun dia.

foto: ambuga/moral-politik.com

 

Namun, dampak jembatan Pancasila Palmerah kepada para nelayan yang kesehariannya beroperasi di wilayah Tanah Merah perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Hal ini disampaikan Tolan, agar sebisa mungkin pemerintah mengambil langkah yang bijak.

“Selain dampak positif itu, pemerintah perlu memikirkan dampak kepada para nelayan, ataupun pemilik motor laut yang beroperasi di wilayah Tanah Merah. Pemerintah perlu membuat sebuah kebijakan, dengan tanpa mengorbankan mereka,” terang Tolan, di bibir bincang-bincang.

 

Penulis : Ambuga
Editor   : Erny