MORAL POLITIK : Walikota Kupang Jefri Riwu Kore (Jefri) akan mengevaluasi Dana Pemberdayaan Masyarakat (PEM).

Menurut dia, Dana PEM yang dikucurkan Pemerintah Kota (Pemkot) sebesar Rp 38 miliar sejak 2013 hingga Agustus 2017, masih menunggak sekitar Rp 6, 5 miliar.

“Nanti akan dievaluasi, sehingga penyalurannnya nanti benar-benar tepat sasaran. Intinya, Dana PEM ini harus dievaluasi,” kata Jefri kepada wartawan di Kantor Walikota Kupang belum lama ini.

Jefri menegaskan bahwa banyak masyarakat yang mengeluh, sebab penyalurannnya tidak tepat sasaran, sehingga perlu adanya evaluasi, agar kedepannnya pengelolaan dananya lebih profesional.

Manakala disinggung mengenai para pengelola Dana PEM yang yang terlibat politik praktis, Jefri menegaskan akan mendalami hal tersebut.

“Ini yang menjadi persoalan. Nanti saya akan cek, kalau memang benar akan dievaluasi, sehingga pengelolaannya benar-benar profesional dan tepat sasaran,” tegas Jefri.

Sementara, Kepala Badan Perencaaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang, Eduard Jhon Pelt, melalui, Kepala Bidang Ekonomi, Bappeda Kota Kupang Hengky Malelak menuturkan, total Dana PEM yang dikuncurkan mencapai Rp 38 miliar terbagi dalam tiga tahap, yakni tahap pertama Rp 15 miliar, tahap kedua Rp 10,5 miliar dan tahap ketiga terbaru yakni pada perubahan anggaran 2017 mencapai Rp 12.5 miliar. Kuncuran dana PEM tersebar ke 51 kelurahan, dengan total penerima Dana PEM mencapai 12.083 orang.

“Total tunggakan per-Agustus mencapai 6.566.102.615 miliar,” ujarnya.

 

 

 
Penulis : Nyongki

Baca Juga :  Pembangunan sarana prasarana Bantuan IFAD dinilai asal jadi