Home / News NTT / Catatan dari Sarasehan Hari Bakti PU Ke-72 di NTT

Catatan dari Sarasehan Hari Bakti PU Ke-72 di NTT

foto: ambuga/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Sarasehan yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi NTT bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan di IMA Hotel, Kamis (30/11/2017), disepakati beberapa hal.

Salah satu kesepakatannya ialah integritas dan kualitas lulusan Perguruan Tinggi di NTT yang masih rendah.

Hal ini dibenarkan oleh Rani Hendrikus, narasumber yang mewakili pihak akademisi. Baginya, mahasiswa teknik lulusan perguruan tinggi di NTT masih kalah secara kualitas jika dibanding mahasiswa dari Jawa. Tentunya, hal ini diungkapkannya demi kepentingan untuk evaluasi diri.

Tentu banyak pertanyaan yang muncul soal pembangunan infrastruktur berkualitas di NTT jika keadaannya seperti ini. Kepala Dinas PUTR provinsi NTT Andreas Koreh dalam sarasehan itu mengungkapkan, ada 5 (lima) aspek yang sangat diperhatikan oleh pemerintah, agar kualitas pembangunan di NTT bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

Ke-5 aspek yang dimaksud ialah demi menjembatani kualitas SDM yang terbatas, kualitas barang-barang produksi yang terbatas, dan integritas yang rendah.

Aspek yang pertama, kata Andreas, ialah aspek manfaat.

“Dalam setiap pembangunan infrastruktur, aspek pertama yang kami perhatikan ialah aspek bermanfaat. Kami berusaha sekuat tenaga agar setiap rupiah yang dikeluarkan bisa bermanfaat. Jalan yang dibangun harus bermanfaat. Bendungan yang dibangun harus bermanfaat. Rumah sakit harus bermanfaat. Embung harus bermanfaat,” katanya.

Lanjutnya, “Infrastruktur yang dibangun tak hanya bermanfaat, tapi juga berfungsi. Ada infrastruktur yang bermanfaat namun tak berfungsi. Ada infrastruktur yang berfungsi tapi tak bermanfaat,” ungkapnya.

Aspek berikutnya ialah kuantitas dan kualitas. Andreas mengungkapkan, kedua aspek ini, terutama kualitas, akan sangat mempengaruhi kualitas infrastruktur yang dihasilkan.

“Hal ini berkaitan dengan profesionalitas. Persoalan kita, ada yang kurang profesional dalam satu bidang, tapi karena tuntutan pekerjaan, dia akhirnya bekerja apa adanya. Hasilnya tentu tidak terlalu memuaskan,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Kota Kupang: Sekarang juga hentikan pembangunan Gedung Transmart !

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button