MORAL-POLITIK.COM: Ewalda Taek menilai Anggaran untuk Pembangunan Ekonomi terlalu kecil. Hal ini akan berimbas pada tidak tercapainya visi misi Walikota, Jefri Riwu Kore.

“Kita memang berjuang dengan cara apapun, namun kalau tidak ditunjang dengan anggaran yang memadai, maka tidak akan tercapai misi Wakikota, karena anggarannnya terlalu kecil, hanya 24 miliar lebih,” ujar Anggota Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Anggota Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, kepada wartawan di Gedung DPRD Kota, Kamis, (30/11/2017).

Dikatakan, secara presentase, anggaran untuk bidang ekonomi hanya mencapai angka 3, 8 persen, Sehingga dalam perjalan pembahasan anggaran pada Paripurna keenam lalu, pihaknya mencoba merasionalisasikan dengan mendorong anggran yang lebih banyak ke bidang ekonomi.

“Secara presentase pun hanya 3, 8 persen. Nah, ini yang menjadi semangat kami dalam perjalanan pembahasan anggaran, kalau kita bisa merasionalisasikan anggaran untuk lebih banyak, kita dorong ke bidang ekonomi, pelatihan kaum muda dan perempuan,” sebutnya.

Ewalda menilai, semangat inilah yang belum mampu diterjemahkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), belum mampu menerjemhakan Visi Misi Walikota ke dalam program dan kegiatan.

“Ini yang perlu kita dorong pemerintah, agar semangat visi misi walikota ini diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan di masing-masing OPD. Ini harus bisa berjalan, kalau tidak, maka tidak akan tercapai visi misi walikota,” sebutnya.

Ewalda mengatakan, mengingat Kota Kupang adalah Kota Jasa dan Perdagangan, maka Program dalam mendukung ekonomii belum akan tercapai karena anggarannnya hanya 3, 8 pereen saja.

“Jadi pemerintah dan DPRD harus betul-betul melihat porsi anggaran sesuai dengan visi misi agar apa yang menjadi misi bisa tercapai, kala tidak kita hanya omdo-omdo (omong doang) saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Ada mayat tak beridentitas di Kota Kupang

 

 

 

Penulis : Nyongki
Editor   : Erny