MORAL-POLITIK.COM: Perhelatan politik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memerebutkan Kursi No 1 NTT tinggal menghitung bulan.

Dalam pemilihan nanti, tiap orang memiliki caranya masing-masing.

Ada satu pilihan yang menurut banyak orang kurang masuk akal, ialah memilih untuk golput. Namun golput, bagi pemilih rasional, tak selamanya buruk.

Seperti yang dirasionalisasikan oleh Frans Kape, pada suatu tingkatan tertentu dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), orang akan memilih golput.

Alasan paling utama orang memilih untuk gol put, baginya, ialah pertimbangan akan moral kandidat.

“Pada tingkatan tertentu, orang akan memilih golput, karena pertimbangan moral kandidat. Jika baginya tidak ada kandidat yang baik secara moral, dia pasti memilih untuk golput, dan itu wajar saja,” katanya kepada moral-politik.com akhir pekan lalu.

Baginya, golput tak selamanya buruk. Jika pada tahun-tahun sebelumnya orang memilih berdasarkan suku, ras, dan agama, ke depan pastinya sudah berbeda.

“Ke depan, orang akan memilih berdasarkan akal sehatnya. Dan jika tidak ada kandidat yang baik menurut ukuran moralnya, dia akan memilih golput. Dan golput tak selamanya buruk,” terangnya.

Baca Juga :  Berakhirnya sengketa Koperasi Serba Usaha Nasari Kupang