Oleh: Djik22 *)

 

 

Dulu zaman tradisi membudaya
Alang-alang penutup damai
Tikar bentangan menjalar merata
Kiri kanan sudut-sudut lilitan

Anakmu dibuta bata
Arah modern memanggil rupa
Berganti kelas-kelas elit
Tahu bertahun mengakar

Moyang leluhur berbangga
Buaikan meletak hutan terjal
Berdirilah perkampungan ramai
Bermain anak cucu berkulit cokelat

Ajarkan memanah kenai sasaran
Pada musuh berbuat dosa
Mangsa pengotor warisan sakral

Bambu runcing kekuatan bacaan
Baris doa-doa hafalan
Mantra mematikan
Lawan-lawan tak berkutik

Kupanggil namamu dalam langkah
Tidur berseragam lusuh
Bangun senyum melamun
Oleskan mata bernanah

Kupanjat memanggil batin jiwa
Terangi langkah sang perantau
Di kejauhan menulis kuburan kumuh
Pada jasad tak kutemukan
Barisan nisan mengukir nama

Anggaplah aku penjaga
Keburukan lepas jauh mengusir
Rangkullah tutur semboyan
Lagi dan lagi

Tuhan tak bertuhan
Alam ejakan sepenggal baris

 

Makassar, Rabu (17/1/2018)

 

 

*) Penulis tinggal di Makassar

Baca Juga :  Alkisah Liar Tiga Hari Anak Kos